Pembiayaan Baru Adira Finance Rp11,8 Triliun, Naik 17,3% meski Pandemi

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 02 Agustus 2021 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 278 2449582 pembiayaan-baru-adira-finance-rp11-8-triliun-naik-17-3-meski-pandemi-oZfzLmsQq0.jpg Adira Finance Raup Laba (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Meski masih dihadapkan pandemi Covid-19, PT Adira Finance Tbk (Adira Finance) berhasil membukukan pembiayaan baru di semester pertama 2021 tumbuh 17,3% menjadi Rp 11,8 triliun dibandingkan priode yang sama tahun lalu.

Presiden Direktur Adira Finance, Hafid Hadeli mengungkapkan bahwa perusahaannya telah mempersiapkan strategi bisnis untuk menjawab perubahan konsumsi masyarakat yang menjadi lebih digital dengan mempermudah pelanggan dalam melakukan pembiayaan tanpa harus melalui kantor cabang.

”Oleh karena itu, perusahaan terus melakukan inovasi dan mengembangkan digital platform Adiraku. Hingga Juni 2021, jumlah konsumen yang telah mengunduh aplikasi Adiraku sekitar 1,5 juta konsumen dan jumlah konsumen yang terdaftar sekitar 700 ribu konsumen," ungkapnya di Jakarta, seperti dikutip Harian Neraca, Seni (2/8/2021).

Baca Juga: Dulu Rugi, Kini Emiten RS Siloam Raup Laba Rp152 Miliar

Meski di tengah gempuran PPnBM, Adira melihat bahwa pasar kendaraan bekas tidak kehilangan pelanggannya."Pasar mobil bekas dan baru itu ada marketnya sendiri, ada orang yang memang suka membeli kendaraan bekas dengan harga yang lebih murah dan kualitas yang masih cukup bagus. Jadi, bukan serta merta dengan adanya PPnBM pasar mobkas itu hilang," kata dia.

Baca Juga: Vale Indonesia Raih Pendapatan USD414,94 Juta di Semester I-2021

Perusahaan itu juga menyatakan fokus mereka pada penjualan yang tersegmentasi di luar Jawa dan Bali. Selain itu, perusahaan juga akan lebih menyelaraskan antara pertumbuhan pembiayaan baru dan pengendalian kualitas aset di tengah lingkungan operasional yang penuh tantangan untuk mempertahankan kinerja perusahaan.

Di sisi lain, piutang yang dikelola perusahaan masih tercatat menurun sebesar 18,1% y/y menjadi Rp41,3 triliun pada semester I/2021 yang disebabkan rundown portfolio yang lebih tinggi. Hingga saat ini, perusahaan terus memberikan restrukturisai kepada nasabah yang terdampak Covid-19. Per Juni 2021, jumlah nasabah yang pinjamannya telah direstrukturisasi sebanyak 831 ribu kontrak atau sekitar Rp19 triliun yang mewakili sekitar 36% dari piutang yang dikelola per Februari 2020.

Saat ini, lebih dari 80% dari pinjamanan nasabah yang telah direstrukturisasi telah mulai membayar kewajiban cicilannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini