Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Qantas Airways Rumahkan 2.500 Karyawan Tanpa Digaji

Hafid Fuad , Jurnalis-Selasa, 03 Agustus 2021 |19:09 WIB
Qantas Airways Rumahkan 2.500 Karyawan Tanpa Digaji
Qantas Airways rumahkan 2.500 karyawan tanpa digaji (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Maskapai Qantas Airways memutuskan untuk meliburkan atau merumahkan 2.500 karyawannya tanpa gaji selama dua bulan. Ini dalam rangka kebijakan covid-19 terbaru di Australia.

Keputusan tersebut akan berdampak langsung bagi para pilot domestik, kru kabin, dan pekerja bandara, yang sebagian besar berada di New South Wales, kata maskapai penerbangan tersebut pada hari Selasa seperti dilansir dari Reuters (3/8/2021). Mereka juga meyakinkan bahwa tidak akan melakukan pengurangan karyawan.

Baca Juga: Pengalaman Kocak Seorang Komedian, Pesan Tiket Pesawat Harganya Rp11 Triliun

Qantas telah beroperasi hampir 100% dari kapasitas terbang domestik seperti masa sebelum pandemi pada bulan Mei. Kemudian menurun menjadi kurang dari 40% pada bulan Juli akibat lockdown demi mengurangi cepatnya penyebaran varian Delta.

Kota yang paling padat penduduknya, Sydney, terkena dampak infeksi dan akan tetap diisolasi setidaknya selama tiga setengah minggu di tengah-tengah dorongan untuk vaksinasi COVID-19 secepat mungkin.

Baca Juga: Qantas Airways Tutup Semua Rute Penerbangan Internasional hingga Maret 2021

"Berdasarkan kasus terkini, masuk akal berasumsi Sydney akan ditutup setidaknya selama dua bulan lagi," eksekutif kepala Qantas Alan Joyce.

Karyawan lokal yang terkena dampak kebijakan itu, akan bergabung dengan 6.000 kolega yang dimasukkan ke dalam divisi internasionalnya karena penutupan perbatasan. Mereka akan menerima insentif dari pemerintah sebesar USD552,15 setiap minggu.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement