Jangan Berani Ngutang jika 2 Hal Ini Tak Bisa Dipenuhi

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Rabu 04 Agustus 2021 22:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 622 2450963 jangan-berani-ngutang-jika-2-hal-ini-tak-bisa-dipenuhi-WZRKrgrDe9.jpg Tips Berutang Supaya Bisa Melunasinya. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi Mike Rini mengungkapkan dua hal yang harus dipenuhi ketika memutuskan berutang. Hal ini perlu diketahui supaya bisa melunasi utang nantinya.

Pertama, kebutuhan apa yang diperlukan hingga harus berutang. Kedua, seseorang harus bisa membayar utang tersebut. Menurut Mike, jika dua hal tersebut tidak terpenuhi, sebaiknya tidak mencoba untuk berutang.

Baca Juga: 3 Tips Investasi Reksa Dana bagi Pemula

“Pertama, ada kebutuhannya dulu ga ngutang. Yang kedua, bisa bayarnya ga? Kalau dua itu tidak terpenuhi, jangan coba-coba ambil utangan ya. Baik utang melalui bank, online, ataupun fintech,” katanya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, di Jakarta, Rabu (4/8/2021).

Mike menjelaskan, seseorang bisa berutang apabila memang ada kebutuhannya. Adapun kebutuhan yang dimaksud bukan untuk kebutuhan konsumsi, seperti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Banyak Masyarakat Mulai Investasi saat Pandemi Covid-19

“Kebutuhannya juga tergantung kasusnya apa. Kalau kebutuhannya hanya untuk konsumsi ya, misalnya membeli kebutuhan pokok sehari-hari seperti belanja dapur. Itu disarankan jauhi berutang untuk kebutuhan sehari-hari,” jelas dia.

Lanjutnya, berapa pun penghasilan yang didapat seseorang, apabila total pengeluaran lebih besar daripada penghasilan, itu akan memberikan dampak yang berbahaya.

“Misalnya mau makan kita ngutang, wah itu pasti ada masalah dengan keuangan Anda. Berapa pun sebenarnya penghasilan kita, kalau kita punya pengeluaran lebih besar daripada penghasilan kita, maka dampaknya itu bisa berbahaya karena akan mendorong kita untuk berutang,” ucap Mike.

Mike menambahkan, berutang itu jika seseorang membeli aset, misalnya seperti rumah. Selain itu, jika seseorang mempunyai penghasilan tetapi ada pengeluaran yang sangat besar yang bersifat urgent.

“Utang itu hanya jika Anda membeli aset seperti rumah. Utang itu kalau misalnya Anda tetap punya penghasilan tapi ada pengeluaran yang sangat besar, jadi sifatnya urgent. Contohnya, seperti Anda masuk rumah sakit, ada pembayaran rumah sakit yang sangat besar, itu karena kondisi penyakitnya cukup parah misalnya,” tandasnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini