Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mendag Bawa Kabar Baik soal Ekspor Indonesia, Apa Ya?

Advenia Elisabeth , Jurnalis-Kamis, 05 Agustus 2021 |17:57 WIB
Mendag Bawa Kabar Baik soal Ekspor Indonesia, Apa Ya?
Mendag Sampaikan Kabar Baik terkait Ekspor Ri. (Foto: Okezone.com/Pelindo 1)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengungkapkan bahwa transaksi e-commerce pada triwulan I dan II-2021 mengalami peningkatan 63,36% YoY menjadi Rp186,75 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia sudah mengalami perbaikan.

Dalam indeks penjualan ritel tertinggi ada pada kebutuhan sandang yang tumbuh 53,7% kemudian industri bahan bakar kendaraan bermotor tumbuh 46,6%, serta diikuti oleh barang-barang lain seperti alas kaki, farmasi dan kosmetik sebesar 43,2%.

Baca Juga: Diplomasi Bantu Buka Pasar Ekspor Produk Indonesia

“Pada semester I-2021 ini ekspor non migas kita mencapai USD97 miliar, tumbuh 34,06% YoY. Sedangkan migas mencapai USD5,8 miliar, tumbuh 48,04% YoY. Dan ini juga diikuti oleh neraca non migas 17,5% deficit USD5,7 miliar. Artinya, kita sekarang berada positif surplus USD11,8 miliar. Kalau ini konsisten pada angka yang sama untuk semester kedua Juli-Desember 2021, kita akan menebus surplus lebih tinggi,” terang Mendag pada konferensi pers rilis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II-2021, Kamis (5/8/2021).

Kabar baiknya, kata Lutfi, top 10 destinasi ekspor utama Indonesia sudah mencapai 71,65% daripada ekspor destinasi non migas. Sementara Top 20 mencapai 85,28%.

Baca Juga: OKI Jadi Pasar Menjanjikan bagi Produk Halal Indonesia

“Meskipun China menunjukkan negatif USD3,19 miliar pada semester pertama tahun 2021 ini, tetapi ini salah satu angka yang paling rendah sejak ditandatanganinya ASEAN free trade agreement dengan China,” ujar Mendag.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement