Eks Menkeu Usul Vaksin Covid-19 Jadi Syarat Dapat BLT

Antara, Jurnalis · Kamis 05 Agustus 2021 21:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 320 2451579 eks-menkeu-usul-vaksin-covid-19-jadi-syarat-dapat-blt-Xh3zq6t5si.jpg Vaksinasi Diusulkan Jadi Syarat Dapat BLt. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri mengusulkan sebagian dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) diberikan kepada masyarakat yang telah mengikuti vaksin. Tujuannya mempercepat program vaksinasi untuk menekan penyebaran Covid-19.

"Jadi kalau orang ingin dapat cash, dia harus vaksin. Dengan begitu prosesnya akan lebih cepat," kata Chatib Basri, dikutip dari Antara, Kamis (5/8/2021).

Baca Juga: Kemnaker Beberkan Sumber Data Penerima BLT Subsidi Gaji

Ekonom Universitas Indonesia (UI) itu menyampaikan ide tersebut dapat dijalankan hanya apabila pasokan vaksin tersedia. Dengan demikian mobilitas masyarakat dapat berjalan, namun kasus Covid-19 juga dapat ditekan.

Chatib menegaskan, hal yang sangat penting untuk menggerakkan roda perekonomian adalah mobilitas masyarakat.

Baca Juga: Sri Mulyani Siapkan Rp2,3 Triliun untuk Bantuan Kuota Internet

"Satu hal yang sangat penting saya kira adalah mengenai mobilitas. Kelihatan sekali ketika mobilitas dibuka dari April-Juni 2021 itu ekonominya bergerak. Nah, persoalannya adalah kita selalu ada di dalam dilema, karena mobilitas yang dibuka terlalu jauh ini juga memiliki risiko, mengenai invected cases yang naik," kata Chatib Basri.

Sehingga, hal itu akan kembali meningkatkan kasus Covid-19 yang berujung pada pengetatan kembali mobilitas masyarakat. Ia menarik kesimpulan bahwa vaksinasi akan memengaruhi pergerakan ekonomi.

Dia mengambil contoh di beberapa negara sebagai perbandingan, misalnya di Amerika Serikat, di mana negara bagian yang presentase vaksinasinya mencapai 50 persen, maka kinerja ekonominya berjalan dengan baik.

"Seperti di New York City, Massachusetts, Boston, itu kinerja ekonominya baik karena coverage dari vaksinnya itu sudah 50%. Tapi di Missouri yang vaksinasinya masih rendah, kinerja ekonominya agak sulit. Kita juga bisa lihat bahwa di AS, pemulihan ekonominya itu huruf V, juga yang terjadi di beberapa negara Eropa dan China," ujar Chatib Basri.

Untuk itu, lanjutnya, Indonesia bisa menjaga momentum pemulihan ekonomi dengan salah satunya adalah terus meningkatkan vaksinasi masyarakat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini