Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kredit Mikro Tumbuh 17 Persen, BRI Raih Laba Rp12,54 Triliun

Fitria Dwi Astuti , Jurnalis-Jum'at, 06 Agustus 2021 |11:16 WIB
Kredit Mikro Tumbuh 17 Persen, BRI Raih Laba Rp12,54 Triliun
Foto: Dok BRI
A
A
A

Jakarta – PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mampu mempertahankan kinerja positif yang berkelanjutan di tengah pandemi yang masih berlangsung. Sampai dengan akhir kuartal II 2021, BRI mampu mencatatkan laba sebesar Rp12,54 triliun atau tumbuh double digit sebesar 22,93 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dalam pemaparan kinerja yang dilakukan secara virtual di Jakarta pada Jumat (06/8/2021), Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan faktor utama pendorong kinerja BRI yakni pertumbuhan kredit yang tumbuh positif dan divatas rata rata industri perbankan nasional. Hingga akhir Juni 2021, penyaluran kredit BRI secara konsolidasian sebesar Rp929,40 triliun, tumbuh positif dibandingkan dengan penyaluran kredit BRI pada akhir kuartal II 2020 sebesar Rp922,97 triliun.

Sunarso menambahkan bahwa apabila dirinci lebih lanjut, kredit mikro BRI tercatat sebesar Rp366,56 triliun atau tumbuh 17 persen yoy. Hal ini memperkuat komitmen BRI untuk fokus dalam pengembangan bisnis mikro dengan komposisi kredit mikro mencapai 39,44 persen dari total penyaluran kredit BRI.

“Hal ini on the track menuju komposisi kredit mikro minimal 45 persen di tahun 2025,” tuturnya.

 BACA JUGA: Menteri BUMN dan Dirut BRI Komitmen Dukung UMKM Naik Kelas

Pencapaian ini membuat proporsi kredit UMKM BRI merangkak naik menjadi 80,62 persen dibanding 78,58 persen pada periode yang sama tahun lalu. “Selain kredit mikro, kredit konsumer BRI juga tercatat tumbuh positif sebesar 3,54 persen menjadi sebesar Rp145,94 triliun pada akhir kuartal II 2021,” ucapnya.

Perseroan pun mampu menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) dengan baik. Tercatat NPL BRI pada akhir kuartal II tahun 2021 sebesar 3,30 persen dengan NPL Coverage mencapai 254,84 persen. Keberhasilan BRI menjaga NPL ini tak lepas dari kian landainya tren restrukturisasi kredit terdampak Covid-19, dimana hingga akhir Juni 2021 tercatat outstanding kredit restrukturisasi akibat Covid-19 sebesar Rp175,16 triliun atau telah turun sebesar Rp56,3 triliun dari total akumulasi kredit restrukturisasi.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement