Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekonomi RI Meroket 7,07%, Erick Thohir: Berada di Jalur yang Tepat

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Jum'at, 06 Agustus 2021 |16:24 WIB
Ekonomi RI Meroket 7,07%, Erick Thohir: Berada di Jalur yang Tepat
Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 7,07% pada kuartal II-2021 secara tahunan (year-on-year/yoy). Menteri BUMN Erick Thohir pun menilai, pertumbuhan tersebut berada di jalur yang tepat.

Ada sejumlah faktor fundamental yang menggerakkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Diantaranya adalah belanja pemerintah berada, konsumsi rumah tangga, investasi, ekspor, hingga fundamental ekonomi lainnya.

"Tidak hanya mengandalkan belanja pemerintah namun juga didorong oleh gerakan dan sinergi mesin-mesin pertumbuhan ekonomi lainnya yang menunjukkan hasil nyata," ujar Erick, Jumat (6/8/2021).

Baca Juga: Ekonomi RI Meroket 7,07%, Menko Airlangga : Kita Punya Tabungan

Dia berharap, pencatatan positif makro ekonomi di kuartal II tahun ini perlu dijaga agar pertumbuhan di periode berikutnya berjalan baik. Mantan Bos Inter Milan itu juga optimis bahwa Indonesia bisa menjawab tantangan saat ini dan di masa akan datang.

"Perlu dijaga momentumnya oleh semua kalangan yang bisa mendukung daripada pertumbuhan ekonomi ini. Kita adalah bangsa yang tangguh, saya optimis kita bisa bekerja sama dan saling berkolaborasi untuk tantangan ke depan dan menjaga ketangguhan ekonomi kita di kuartal mendatang," katanya.

Baca Juga: Tertinggi sejak 2004, Ekonomi RI Meroket 7,07% di Kuartal II-2021

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia berasal dari konsumsi rumah tangga sebesar 3,17%, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi 2,3%, ekspor setelah dikurangi impor 0,98 persen, konsumsi pemerintah 0,61%, dan sisanya 0,01% dari konsumsi lembaga non-profit pendukung rumah tangga.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement