Jumlah Investor dan Transaksi Harian BEI Meroket, Jokowi: Momentum Ini Harus Dijaga

Aditya Pratama, Jurnalis · Selasa 10 Agustus 2021 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 10 278 2453499 jumlah-investor-dan-transaksi-harian-bei-meroket-jokowi-momentum-ini-harus-dijaga-KNQ0x06AMC.jpg 44 Tahun Pasar Modal Indonesia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kepada Self-Regulatory Organization (SRO) Pasar Modal Indonesia untuk mempertahankan kinerja positif hingga saat ini.

Jokowi menilai, pasar modal Indonesia memiliki peluang untuk tumbuh lebih baik. Dia mencontohkan, ketika memasuki masa pandemi Covid-19 dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahun lalu, di mana nilai transaksi harian di Bursa justru meningkat di kisaran Rp7,5 triliun sampai Rp8 triliun. Bahkan setelah PSBB kedua berakhir nilai transaksi harian mencapai Rp13,1 triliun.

Baca Juga: BEI Sanksi Emiten ABBA dan MARI, Kenapa Ya?

"Momentum ini harus terus dijaga, peningkatan kepercayaan pada pasar modal Indonesia harus menjadi prioritas, digitalisasi harus dipercepat, produk produktivitas dan kualitas pelayanan harus diperbaiki, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan transparan, dan ekosistem ekonomi nasional harus sama-sama kita perbaiki," ujar Jokowi dalam acara Seremoni Pembukaan Perdagangan dan Konferensi Pers dalam Rangka 44 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia secara virtual, Selasa (10/8/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyambut baik sejumlah catatan positif yang ditorehkan Pasar Modal Indonesia, mulai dari kenaikan jumlah investor yang melesat dalam beberapa tahun belakangan.

Baca Juga: Transaksi Pasar Modal pada 9 Agustus 2021 Dikonversi Jadi Dana Penanganan Covid-19

"Saya mendengar kabar baik dari pasar modal, pasar modal Indonesia juga mencatat kenaikan jumlah investor yang signifikan, sampai Juli 2021 meningkat 50,04% naik lebih dari empat kali lipat sejak tahun 2017, yang saya senang adalah peningkatan investor di pasar modal didominasi investor domestik, didominasi kaum milenial, kenaikan jumlah investor ini akan berkontribusi untuk menahan tekanan pasar," kata dia.

Jokowi turut mengapresiasi jumlah perusahaan yang melaksanakan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) yang tidak menurun meskipun di tengah kondisi pandemi Covid-19.

"Selama pandemi jumlah perusahaan yang melakukan ipo di Bursa tidak menurun, jumlah IPO nya tetap tertinggi di Asean, sampai akhir Juli 2021 tercatat ada 27 IPO baru, capaian yang baik ini telah dicapai selama empat tahun berturut-turut," ucapnya.

Meskipun menorehkan berbagai catatan positif, Jokowi menekankan pentingnya kewaspadaan di kuartal III-2021 yang disebutnya kondisi perekonomian akan lebih berat. Dia menyebut penyebaran Covid-19 varian Delta pada awal Juli telah memaksa negara untuk memperketat mobilitas masyarakat yang tentu saja berdampak pada ekonomi nasional dan ini patut diwaspadai termasuk dari pasar modal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini