Masuk Pasar Tradisional Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin, Begini Kata Pedagang

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 10 Agustus 2021 12:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 10 320 2453556 masuk-pasar-tradisional-wajib-tunjukkan-kartu-vaksin-begini-kata-pedagang-nsnqOAzNSi.jpg Masuk Pasar Tunjukkan Kartu Vaksin (Foto: Okezone)

JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP Ikappi) menilai pemerintah DKI jangan terburu burunya mengisyaratkan untuk masuk ke pasar harus menggunakan kartu vaksin.

Ini dirasa berlebihan, dengan melihat fakta di lapangan belum melakukan beberapa hal seperti sosialisasi dan edukasi untuk pedagang pasar tentang vaksin dan bagaimana pentingnya herd imunity di pasar tradisional.

"Akses vaksinasi yang sangat minim dan kurang menyeluruh di pasar tradisional yang ada di DKI Jakarta. DKI punya 154 pasar tradisional di bawah naungan PD Pasar Jaya dan dalam catatan kami yang sudah divaksin baru sekian pasar," kata Infokom Ikappi Muhammad Ainun Najin Kabid di Jakarta, Selasa (10/8/2021).

Baca Juga: Pasar Boleh Buka, Kenapa Pusat Perbelanjaan Dibatasi?

Dia mendorong vaksinasi dilakukan langsung di dalam pasar karena pedagang cukup sulit untuk meninggalkan barang dagangannya menuju sentra-sentra vaksinasi yang cukup jauh jaraknya dari pasar tradisional.

"Mengapa demikian, karena pedagang untuk bertahan hidup saja sudah sulit apalagi untuk transport ke sentra vaksinasi dan meninggalkan barang dagangannya untuk vaksin. Dikhawatirkan mereka tidak mampu berjualan karena 1 hari yang harusnya ada perputaran uang. Tidak mampu untuk membayar PLN listrik atau retribusi di pasar, tidak mampu membeli kebutuhan jualan berikutnya dan seterusnya," katanya.

Selain akses vaksinasi yang masih minim, tidak menyeluruh dan tidak mudah. Ikappi juga melihat tidak adanya alternatif pengganti kartu vaksin oleh Pemprov DKI.

"Kita bisa bayangkan jika ada penyintas covid dia harus berhenti berjualan selama 3 bulan, merujuk prosedur vaksinasi bagi penyintas covid. Kita juga bisa bayangkan jika calon vaksin ada penyakit, tensi tinggi dan lain sebagainya maka tidak bisa divaksin dan otomatis tidak bisa berjualan karena tidak ada pengganti kartu vaksin yang disediakan oleh pemerintah. Seharusnya pemerintah menyiapkan kartu tambahan selain kartu vaksin itu bagi mereka yang dinyatakan tidak bisa divaksin," katanya.

Selain itu, Ikappi juga melihat bahwa pelaksanaan syarat untuk masuk pasar bagi pengunjung dan pedagang itu tidak memungkinkan untuk dilaksanakan justru akan menimbulkan kerumunan, kerumunan baru di pasar.

"Kita bisa lihat masing masing pasar SDM nya terbatas, security penjaga tiap tiap pintu pasar terbatas. Pagi jika pedagang dan pembeli berduyun-duyun masuk pasar harus menunjukkan kartu vaksin. Butuh waktu yang cukup lama dan akan menimbulkan kerumunan di pintu masuk pasar. Kecuali sudah disiapkan teknologi yang memang mempermudah screning kartu vaksin tersebut," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini