Pertama, rumah tanaman bisa membuat lebih mudah dalam mengontrol pertumbuhan tanaman. Selain itu juga fungsinya dapat mencegah masuknya hama kutu dan menyerang tanaman yang bernilai tinggi.
Kedua, dengan lahan minim perkotaan dapat memudahkan. Karena bisa menggunakan rak dan pot tanaman disusun vertikal. Jadi bila sudah mengumpulkan hingga 500 tanaman maka sudah saatnya membangun rumah tanaman.
Ketiga, umumnya semua tanaman bisa ditaruh di rumah tanaman. Terlebih kebiasaan masyarakat kita yang masih mencampur tanaman harga murah dan harga mahal.
Keempat, lebih disarankan untuk membuat rumah tanaman di sisi atas rumah atau rooftop. Dengan pertimbangan sinar matahari lebih melimpah. Selain itu juga dapat menjaga keamanan tanaman yang bernilai tinggi.
Kelima, gunakan jaring plastik untuk sisi sampingnya. Sementara untuk atap pakai plastik UV untuk menahan sedikit sinar matahari. Lalu tambahkan lampu khusus memancing pertumbuhan tanaman. Sementara kipas untuk kontrol kelembaban udara. Tidak sedikit juga rumah tanaman yang dilengkapi CCTV demi melindungi tanaman berharga.
Keenam untuk modal masih terjangkau dengan perkiraan Rp2 juta untuk luas 3x3 m. Biaya terbesar untuk pembelian baja ringan.
Ketujuh jenis tanaman seperti Alokasia yang harga bibitnya Rp1,3 Juta disarankan masuk rumah tanaman karena butuh perawatan lebih. Ini membutuhkan media tanam yang cenderung kering. Saat tanaman sudah subur akan beresiko, terutama bila terkena hujan lebat. Dapat membuat busuk pada bonggolnya.
Kedelapan, tanaman yang masih kondisi lemah juga disarankan masuk rumah tanaman. Seperti tanaman impor ataupun yang sehabis dicacah juga butuh perlindungan.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.