JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,1 poin (-0,00%) di level 6.139,4 pada perdagangan sore ini. Penutupan hari ini mencatatkan indeks melemah sebesar -1,06% dalam sepekan terakhir.
Meski dalam perhitungan sebulan masih positif 2,68%. Total transaksi perdagangan hari ini mencapai 19,3 miliar lembar saham dengan nilai mencapai Rp13,5 triliun. Terdapat 319 emiten yang melemah, 198 yang menguat, dan 141 yang stagnan.
Baca Juga: Sambut Akhir Pekan, IHSG Ditutup Melemah Tips ke 6.139
Investor asing secara akumulatif melakukan pembelian bersih (net-buy) sebanyak Rp590,9 di pasar reguler. Sementara di pasar negosiasi-tunai, asing melakukan profit taking sebanyak Rp146,49 miliar.
Berbagai indeks di kawasan Asia juga dilaporkan kompak lesu seperti: Nikkei Jepang (N225) turun (-0,14%) ke 27.977, HSI Hong Kong merosot (-0,48%) ke 26.391, SSEC Shanghai anjlok (-0,24%) ke 3516, STI Singapura menurun (-0,63%) ke 3163.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Saham saat IHSG Menguat
CEO PT Elkoranvidi Indonesia Investama Fendi Susiyanto mengatakan bahwa pergerakan bursa di kawasan Asia turut memicu pergerakan indeks dalam negeri.
"Nampaknya lingkungan secara regional juga dalam posisi tertekan, seperti bursa Nikkei, Hang Seng, dan sebagainya dalam posisi yang juga mengalami koreksi, sehingga menjelang akhir pekan, indeks ikut mengalami koreksi, turun tipis," kata Fendi dalam 2nd Session Closing, Jumat (12/8/2021).
Kendati demikian, Fendi memandang performa dua emiten 'big caps' PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi 'bumper' alias penahan bagi indeks untuk tidak merosot lebih dalam.