Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menko Luhut Akui Isoman di Rumah Jadi Kelemahan Penanganan Covid-19

Azhfar Muhammad , Jurnalis-Sabtu, 14 Agustus 2021 |15:54 WIB
Menko Luhut Akui Isoman di Rumah Jadi Kelemahan Penanganan Covid-19
Menko Luhut Tinjau Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor. (Foto: Okezone.com/Kemenko Marves)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) sekaligus koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan kelemahan dari penanganan kasus Cocid-19 khsusunya varian delta adalah melakukan isoman di ruang isolasi terpusat (isoter)

“Kelemahan kita itu karena isoman (isolasi mandiri) di ruang terpusat, kita kalau misal hanya tinggal di rumah ndak bakal efektif, Kalau kena, paling bagus itu masuk isoter. Karena di isoter itu semua ada. Dokternya ada, makannya bagus, obatnya cukup, pemeriksaan lainnya bagus,” kata Luhut disela-sela peninjauannya ke Kabupaten Bogor, Sabtu(14/8/2021).

Baca Juga: Menko Luhut Peringatkan Pemda Tidak Tutupi Angka Covid-19

Untuk menunjang hal tesrsebut, Luhut meminta kepada pemerintah daerah kabupaten Bogor untuk memaksimalkan fasilitas Isoter yang sudah disiapkan pemerintah.

“Pemda Kabupaten Bogor diharap untuk lebih kooperatif dan meningkatkan kinerja, khususnya memaksimalkan fasilitas Isoter yang sudah disiapkan pemerintah agar pasien bisa lebih terpantau dan tertangani dengan baik,” paparnya.

Baca Juga: Tangani Covid-19 di Sulawesi, Menko Airlangga Tingkatkan Testing hingga Vaksinasi

Luhut memeparkan catatan data angka kasus hingga Jumat (13/8/2021) kasus aktif di Kabupaten Bogor masih ada 1.378. Dan ini perlu dilakukan penangangan yang baik.

“Dengan melakukan isolasi terpusat, persentase kesembuhan pasien Isoter bisa mencapai 99.9% Bahkan, di Buleleng tingkat kesembuhannya bisa mencapai 100%,” tambahnya.

Sebagai informasi, dalam kesempatannnya Menteri Luhut meminta kepada pemerintah daerah Kabupaten Bogor untuk menambahkan jumlah target capaian dari vaksinasi menjadi 100.000 perhari. 

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement