Sementara rugi bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami penyusutan menjadi Rp289,79 miliar dari sebelumnya rugi Rp448,56 miliar. Dilihat dari kontribusi pendapatan, segmen penjualan rumah tinggal terpantau naik paling tinggi hinga ratusan persen. Penjualan rumah tinggal tercatat senilai Rp71,43 miliar atau melesat 322,66% dibandingkan kuartal I/2020 senilai Rp16,90 miliar.
Kemudian penjualan apartemen masih turun 86,85% secara tahunan menjadi Rp118,55 miliar dari sebelumnya Rp902,18 miliar. Secara total, segmen penjualan APLN turun 75,73% secara tahunan menjadi Rp242,03 miliar. Selanjutnya pendapatan yang terdiri dari sewa, hotel dan lain-lain turun 24,91% secara tahunan menjadi Rp243,40 miliar dari sebelumnya Rp324,17 miliar.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)