Share

Ridwan Kamil Ingin Jawa Barat Jadi Pusat Investasi di Asean

Arif Budianto, Koran SI · Kamis 19 Agustus 2021 15:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 19 320 2457947 ridwan-kamil-ingin-jawa-barat-jadi-pusat-investasi-di-asean-8JwHErbOAq.jpg Ridwan Kami Ingin Jadikan Jawa Barat Pusat Investasi. (Foto: Okezone.com/Pemprov Jabar)

BANDUNG - Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadikan Jawa Barat pusat investasi di kawasan ASEAN. Dirinya pun ingin menarik minat investor yang merelokasi usahanya dari Tiongkok.

"Kita harus naik kelas, dari yang sebelumnya menjadi pusat investasi nasional, ke depan harus menjadi pusat investasi di kawasan ASEAN. Jadi semua harus gerak," kata Ridwan Kamil pada launching “Ekosistem Investasi Jawa Barat” yang digelar secara daring, Kamis (19/8/2021).

Baca Juga: Investasi dan Ekspor Gacor, Ridwan Kamil: Punya PR Perbaiki Ritel dan Pariwisata

Menurut dia, Jawa Barat tidak boleh kalah dibanding daerah lain atau bahkan negara lainnya di ASEAN seperti Vietnam. Jabar harus mejadi tujuan bagi investor yang jebol desa dari Tiongkok.

Ridwan Kamil mengklaim, selama ini iklim investasi di Jabar cukup baik. Jabar menjadi tujuan investor di Indonesia. Hal itu ditunjukkan dengan pencapaian investasi selama ini yang cukup tinggi. Pada semester 1/2021 misalnya, investasi Jabar tumbuh 11,2 persen dnegan pencapaian sekitar Rp72,46 triliun.

Baca Juga: Fakta Menarik Sistem OSS Berbasis Risiko, Jokowi Ancam Pejabat Tak Bersih

"Jabar juga lebih siap. Infrastruktur Jabar memadai, SDM memadai, dan pelayanan investasi yang baik. Saya yakin jika itu terus dipetahankan, jabar akan menjadi tujuan investasi ASEAN," beber dia.

Dia yakin, jika investor terus bertangan ke Jabar, ekonomi Jabar akan tumbuh. Apalagi, saat ini Jabar sedang menunggu perpres terkait jabar utara dan selatan. Sehingga nanti akan hadir ratusan triliun untuk pembangunan dan industri. Utara untuk industri dan selatan untuk kesetaraan ekonomi berbasis kelautan dan pertanian.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Jawa Barat Herawanto mengatakan, kontribusi investasi terhadap perekonomian Jawa Barat yang mencapai 25% diharapkan mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Jawa Barat di tahun 2021. Investasi menjadi penting untuk terus didorong, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

"Dalam jangka pendek, khususnya di masa pandemi, investasi akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja sehingga pendapatan meningkat. Realisasi investasi juga membantu meningkatkan pendapatan pemerintah sehingga berdampak pada kapasitas fiskal. Sementara untuk jangka panjang, penanaman modal secara berkesinambungan akan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat sehingga dapat mencapai angka pertumbuhan seperti pra pandemi atau bahkan lebih tinggi lagi," beber dia.

Menurut Herawanto, investasi tidak hanya terbatas pada proyek-proyek atau industri besar sedang, namun juga industri kecil menengah dan UMKM. Berbagai potensi yang dimiliki Jawa Barat seperti jumlah penduduk yang besar, kekayaan alam yang berlimpah dan diperkuat denggan tingkat kreativitas masyarakat yang tinggi telah mendorong lahirnya UMKM potensial yang dapat menggerakkan ekonomi Jawa Barat.

Adapun jumlah UMKM di Jawa Barat yang mencapai 10,91 juta diperkirakan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Oleh karenanya, pembentukan Ekosistem Investasi Jawa Barat juga mencakup berbagai upaya penguatan dan dukungan UMKM sebagai salah satu potensi investasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini