Share

Tangkap Ikan Terukur Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi, Ini Penjelasannya

Anggie Ariesta, Jurnalis · Senin 23 Agustus 2021 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 23 320 2459571 tangkap-ikan-terukur-bisa-dongkrak-pertumbuhan-ekonomi-ini-penjelasannya-tcET5CniBO.jpg Tangkap Ikan Terukur Oksigen (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sejak awal pandemi tahun 2020 dan hingga saat ini angka PDB perikanan menunjukkan angka lebih tinggi dibandingkan dengan angka pertumbuhan PDB nasional. Momentum ini harus dijaga dengan mengelola sumber daya perikanan secara terukur untuk mencapai keseimbangan antara pertumbuhan ekologi dan ekonomi serta keberlanjutan sumber daya perikanan nasional.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono menuturkan, kebijakan penangkapan terukur ini merupakan model yang berimplementasi ekonomi biru.

"Ditargetkan mampu menciptakan distribusi pertumbuhan di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara nasional, hal ini juga akan mendorong pengelolaan yang lebih tertata untuk kesehatan laut," ujar Menteri Trenggono pada Webinar Optimasi Tata Kelola Perikanan Berkelanjutan Melalui Pengelolaan Terukur dan Kolaboratif oleh TLFF Indonesia di Jakarta, Senin (23/8/2021).

Baca Juga: Indonesia Berpotensi Jadi Negara Eksportir Produk Perikanan Terbesar Dunia

Menurut Menteri Trenggono, pembatasan yang diterapkan pada kebijakan penangkapan terukur akan memanfaatkan teknologi pengawasan yang terintegrasi. Hal itu meliputi pembatasan area penangkapan ikan, jumlah ikan yg ditangkap, jumlah kapal yang dapat melakukan penangkapan, pelabuhan tempat pendaratan ikan dan jenis alat yang diperbolehkan.

"Keberhasilan pengelolaan ikan secara berkelanjutan dan melakukan penangkapan secara terukur akan menjaga posisi Indonesia sebagai pemasok utama ikan di dunia," paparnya.

Baca Juga: Akhirnya! KKP Resmi Larang Cantrang, Diganti Jaring Tarik Berkantong

Dengan adanya keberhasilan itu, diharap akan membuahkan hasil terlebih dengan adanya penerapan trade lini untuk ukuran yang diekspor, hal ini diharapkan dapat meningkatkan devisa negara dari pasar perikanan global dan nilainya sebesar USD 167 miliar.

Selain itu, Head of the Tropical Landscape Finance Facility (TLFF) Indonesia, Johan Kieft mengatakan, pihaknya akan meneruskan pengelolaan sebagaimana diketahui kerapu dan kakap di Indonesia adalah jenis ikan terbesar dan sangat berlimpah.

"Kami mencoba meneruskan sebagaimana diketahui kerapu dan kakap adalah berlimpah di Indonesia, jenis ikan yang terbesar di dunia, kebijakan berkelanjutan bisa memaintain keberlanjutan perikanan, ini steping stone," ujar Johan.

Maka itu, adanya keterlibatan TLFF Indonesia dan pemerintah dengan sudah meluncurkan kerja sama program dengan UNEP berupa inovatif finance dan meningkatkan kehidupan dari para nelayan dan juga untuk projeksikan kehidupan ikan kedepannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini