Ancol Masih Rugi Rp94,8 Miliar di Semester I-2021

Aditya Pratama, Jurnalis · Selasa 24 Agustus 2021 10:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 24 278 2460159 ancol-masih-rugi-rp94-8-miliar-di-semester-i-2021-AxDA70H9CW.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mencatatkan penurunan rugi pada kuartal II-2021. Pada laporan keuangan per 30 Juni 2021, Perseroan mencatatkan rugi sebesar Rp94,86 miliar atau turun 35,19% dibanding 30 Juni 2020 sebesar Rp146,37 miliar.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp210,87 miliar atau turun 17,04% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp254,21 miliar dengan rugi per saham dasar Rp59.

Adapun pendapatan bersih emiten pemilik Taman Impian Jaya Ancol ini terdiri atas pendapatan tiket (wahana wisata dan pintu gerbang), pendapat hotel dan restoran, serta pendapatan usaha lainnya (penyewaan kios, sponsor, logistik acara,dll).

Baca Juga: IPO, GTS Internasional Bidik Dana Segar hingga Rp429 Miliar

Pendapatan tiket menjadi penyumbang pendapatan tertinggi sebesar Rp112,47 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp154,05 miliar, pendapatan usaha lainnya tercatat Rp78,22 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp76,31 miliar.

Kemudian, pendapatan hotel dan restoran tercatat Rp21,51 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp17,80 miliar. Sementara itu, pendapatan real estat tidak tercatat dibanding sebelumnya Rp6,39 miliar.

Baca Juga: Emiten Pakan Ternak SIPD Raup Penjualan Rp1,2 Triliun di Kuartal I-2021

PJAA mencatatkan adanya penurunan beban pokok pendapatan dan beban langsung di kuartal II-2021 menjadi Rp140,98 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp232,61 miliar, beban penjualan juga turun menjadi Rp5,09 miliar dari sebelumnya Rp7,53 miliar. Sementara itu, beban keuangan mengalami kenaikan menjadi Rp57,68 miliar dari sebelumnya pendapatan lain-lain Rp36,35 miliar.

Kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi tercatat Rp25,21 miliar, kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi tercatat Rp22,28 miliar, dan kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan tercatat Rp167,05 miliar.

Pembangunan Jaya Ancol mencatatkan liabilitas sebesar Rp2,46 triliun dan ekuitas sebesar Rp1,66 triliun. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi Rp4,12 triliun dibanding tahun 2020 sebesar Rp4,04 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini