Perintah Presiden Jokowi, Persyaratan KUR Harus Mudah

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Rabu 25 Agustus 2021 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 25 320 2460926 perintah-presiden-jokowi-persyaratan-kur-harus-mudah-RETDHyazWT.jpg Presiden Jokowi Ingin Syarat KUR Dipermudah. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menginstruksikan supaya persyaratan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi masyarakat, khususnya sektor pertanian dipermudah. Jokowi menginginkan agar skema penyaluran KUR disempurnakan sebagaimana karakteristik usaha pertanian mengingat kenaikan nilai ekspor sektor pertanian tercatat tembus Rp282 triliun pada semester I-2021, meningkat 14,05% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2020.

"Skema penyaluran KUR akan terus disempurnakan agar sesuai dengan karakteristik usaha-usaha yang ada di pertanian. Persyaratan KUR juga harus dipermudah. KUR juga harus bisa dimanfaatkan peningkatan nilai tambah pasca-panen," kata Jokowi dalam Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2021, di Jakarta, Rabu (25/8/2021).

Baca Juga: Penyaluran KUR Capai 56,58% dari Target, Menko Airlangga: Peningkatan karena Pulihnya Perekonomian

Untuk diketahui plafon KUR khusus sektor pertanian pada 2021 tercatat mencapai Rp70 triliun dari total KUR sebesar Rp253 triliun.

Berkaitan dengan pembiayaan pemerintah tersebut, Jokowi meminta kepada seluruh pejabat di tingkat pemerintah pusat, daerah dan lembaga sejenis untuk melakukan pendampingan bagi petani, khususnya dalam memanfaatkan teknologi dan aneka platform digital lainnya.

Baca Juga: Jokowi Minta Himbara Percepat Penyaluran KUR, Erick Thohir Siap

Transformasi digital di sektor pertanian, terang Jokowi, dapat memutus panjangnya mata rantai pemasaran komoditas UMKM sektor pangan.

"Saya minta kepada Menteri, Kepala Lembaga, dan Kepala Daerah untuk memperkuat pendampingan bagi petani, manfaatkan teknologi termasuk platform digital, untuk mendorong peningkatan produktivitas petani dan memotong panjangnya mata rantai pemasaran UMKM pangan," tegas Jokowi.

Jokowi menilai komoditas pertanian di Indonesia memiliki peluang dan potensi besar yang perlu digarap mengingat potensi pasar yang besar terutama ekspor.

"Kita harus serius menggarap ini bukan hanya meningkatkan nilai tukar dan kesejahteraan petani tetapi untuk menghasilkan lompatan sehingga sektor pertanian memiliki kontribusi besar dalam menggerakan mesin pertumbuhan ekonomi," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini