Pendapatan Negara Capai Rp1.031,5 Triliun, 59% dari Target APBN 2021

Antara, Jurnalis · Rabu 25 Agustus 2021 21:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 25 320 2461162 pendapatan-negara-capai-rp1-031-5-triliun-59-dari-target-apbn-2021-PTcgBQl5xN.jpg Pendapatan Negara Capai Rp1.031 Triliun. (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi pendapatan negara hingga akhir Juli 2021 mencapai Rp1.031,5 triliun atau 59,2% dari target APBN sebesar Rp1.743,6 triliun.

Sri Mulyani menuturkan, pendapatan tersebut tumbuh 11,8% (yoy) dibandingkan periode sama 2020 yaitu sebesar Rp922,5 triliun yang turun 12,3% dari Juli 2019.

"APBN mencerminkan kondisi ekonomi yang mulai menunjukkan suatu turn around yang ter-capture dari sisi pendapatan kita," katanya, dikutip dari Antara, dalam konferensi pers APBN KiTA secara daring di Jakarta, Rabu (25/8/2021).

Baca Juga: Anggaran Perjalanan Dinas PNS Rp11,4 Triliun, Wamenkeu: Tahun Lalu Betul-Betul Berhenti

Sri Mulyani menyatakan pendapatan negara itu terdiri atas penerimaan pajak Rp647,7 triliun, bea dan cukai Rp141,2 triliun, serta PNBP Rp242,1 triliun.

Secara rinci penerimaan pajak Rp647,7 triliun itu merupakan 52,7% dari target APBN sebesar Rp1.229,6 triliun yang meningkat 7,6% (yoy) dibanding realisasi periode sama tahun lalu senilai Rp602 triliun.

Kemudian, penerimaan bea dan cukai sebesar Rp141,2 triliun merupakan 65,7% dari target APBN Rp215 triliun dan mampu tumbuh 29,5% dari periode Juli 2020 Rp109,1 triliun.

Baca Juga: Belanja Negara Rp1.368 Triliun, Hasilnya Apa?

Penerimaan bea cukai meningkat didorong pertumbuhan bea masuk yang tumbuh 9,2% karena peningkatan tren kinerja impor nasional terutama pada sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan.

Kemudian, juga didukung oleh pertumbuhan cukai sebesar 18,2% karena adanya cukai hasil tembakau (CHT) yang tumbuh sebagai efek dari limpahan pelunasan kredit pita cukai akhir 2020 pada awal 2021.

"Cukai tumbuh 18,2% turut didorong oleh efektivitas kebijakan penyesuaian tarif dan pengawasan operasi Gempur," ujarnya.

Untuk bea keluar tumbuh 888,7 persen didorong peningkatan ekspor komoditas tembaga dan tingginya harga produk kelapa sawit.

Selanjutnya, untuk PNBP yang pada Juli 2021 sebesar Rp242,1 triliun atau 81,2% dari target Rp298,2 triliun tumbuh 15,8% dibanding Juli tahun lalu Rp209 triliun.

“APBN mencerminkan kondisi ekonomi yang mulai menunjukkan suatu turn around yang ter-capture dari sisi pendapatan kita,” ujarnya.

Sementara itu, Sri Mulyani Indrawati mencatat defisit APBN mencapai Rp336,9 triliun atau 2,04% dari produk domestik bruto (PDB) pada akhir Juli 2021.

“Posisi defisit APBN hingga Juli masih sesuai dengan target defisit APBN 2021 yang dipatok 5,7% terhadap PDB,” katanya.

Sri Mulyani menyatakan defisit tersebut terjadi karena hingga akhir Juli pendapatan negara baru mencapai Rp1.031,5 triliun atau 59,2% dari target yakni Rp1.743,6 triliun.

Realisasi ini meningkat 11,8% jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp922,5 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini