RI Kebanjiran Produk Impor, Ini Penjelasan Mendag Lutfi

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Jum'at 27 Agustus 2021 13:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 27 320 2462086 ri-kebanjiran-produk-impor-ini-penjelasan-mendag-lutfi-1LcffJY09n.jpeg Produk Impor (Foto: Okezone)

JAKARTA – Indonesia kebanjiran produk impor di lapak marketplace atau lokapasar daring. Adapun hal itu mengakibatkan UMKM domestik tak miliki ruang dalam menjajakan produk hasil karya kepada konsumen Indonesia.

Hal ini dikarenakan, produk-produk impor yang dijual di marketplace memberikan harga yang lebih murah dibandingkan dengan produk-produk serupa yang dijual oleh UMKM Indonesia. Itulah yang menyebabkan produk UMKM dalam negeri kalah saing dengan produk impor.

Terkait hal itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengungkapkan pihaknya tengah mengatur kebijakan terkait masalah tersebut.

Baca Juga: Kacau! Menperin Sebut Produk Impor Terlalu Gampang Masuk Indonesia

“Salah satu yang akan kita kerjakan, persaingan antar lokapasar apakah domestik dengan internasional itu harus diatur,” katanya dalam diskusi di live Instagram Kementerian Perdagangan, Jumat (27/8/2021).

Lufti menyampaikan bahwasanya perdagangan impor tidak dilarang. Tetapi pemerintah lebih memastikan bahwa barang-barang impor yang dijual itu harus mendapatkan kesetaraan dengan produk-produk UMKM Indonesia.

Baca Juga: Neraca Perdagangan Surplus, Menko Airlangga: Akibat Membaiknya Permintaan Ekonomi

Untuk sekarang ini, ia menyebut pengelola lokapasar yang melakukan impor produk, secara sukarela sudah mengatakan kepada pemerintah akan berhenti mengimpor 13 item yang bersinggungan langsung dengan UMKM Tanah Air.

“Termasuk didalamnya fesyen muslim, garmen, alas kaki, tekstil, pernak-pernik yang sebenarnya industri lokal kita bisa bersaing. Jadi ini sukarela, mereka menyatakan 13 item dikeluarkan,” lanjut dia.

Produk impor yang dijajakan itu, kata Mendag, sebenarnya belum tentu semuanya memiliki kualitas yang lebih baik dari produksi dalam negeri.

“Khususnya fesyen muslim seperti hijab. Mereka contek dengan menggunakan artificial intelligence, menggunakan mesin-mesin tercanggih, memakai bahan-bahan yang sebenarnya tidak ramah terhadap kulit kita, datang ke Indonesia dan harganya lebih murah dibandingkan ongkos parkir selama dua jam kalau kita beli di pusat perbelanjaan,” sambungnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini