Waduk Terbesar Alami Kekeringan, Air Menyusut Terendah Sepanjang Sejarah

Agregasi VOA, Jurnalis · Minggu 29 Agustus 2021 07:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 29 470 2462753 waduk-terbesar-alami-kekeringan-air-menyusut-terendah-sepanjang-sejarah-BVPNiLVNtS.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Musim kering yang parah telah melanda sebagian besar belahan barat Amerika. Akibatnya ketinggian air di Lake Powell, sebuah danau sekaligus salah satu waduk terbesar Amerika, berada pada tingkat terendah sepanjang sejarah.

Sebuah lapisan tebal berwarna putih berupa batu-batu yang baru tersingkap, membentang sekeliling Lake Powell, sebuah perbedaan jelas dengan medan gurun merah yang terkenal sekaligus peringatan keras seberapa jauh menurunnya tingkat ketinggian air.

Sebagai perbandingan, tahun lalu ketinggian air pada tempat liburan rumah terapung tersebut berada pada titik 15,24-meter lebih tinggi dibanding tahun ini. Kini, dengan terjadinya musim kering luar biasa di sebagian besar daerah barat Amerika, berarti ketinggian air telah mencapai titik terendah dalam sejarah pada danau buatan manusia tersebut.

Tingkat ketinggian air yang senantiasa naik-turun ini sudah biasa terjadi pada waduk yang berada di balik bendungan Glen Canyon ini, tetapi para pejabat tujuan wisata tersebut mengatakan ramalan cuaca yang biasa di lakukan tidak berhasil meramal seberapa parahnya kekeringan pada 2021. Lake Powell adalah danau waduk nomor dua terbesar di Amerika, setelah Lake Mead di negara bagian Nevada, yang juga menampung air dari Sungai Colorado.

Baca Juga: Proyek Terowongan Silaturahmi Masjid Istiqlal-Gereja Katedral Rampung September

Jay Lund adalah seorang professor di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan pada University of California, Davis Center untuk ilmu batasan air. Menurutnya, bagian hilir Lake Powell dan Lake Mead merupakan dua waduk terbesar di Amerika, dan kini mereka berada pada tingkat ketinggian air yang sangat rendah, bahkan tingkat yang paling rendah sejak mereka pertama dibangun.

Profesor Jay Lund mengatakan bahwa ini menandakan periode kekeringan yang sangat panjang. Untuk mengosongkan waduk yang besar akan memakan waktu lama, jadi ini merupakan periode kering yang lama di bagian barat, dan khususnya tahun ini merupakan tahun yang kering juga di seluruh bagian barat Amerika.

Baca Juga: Ekonomi Baru, Investasi Real Estate Akan Berlipat Ganda 3 Tahun Lagi

Kedua waduk tersebut kini menyusut lebih cepat daripada yang diperkirakan, sebuah kekhawatiran yang mengerikan bagi wilayah yang bergantung pada sungai untuk menyediakan air bagi 40 juta orang dan industri pertanian setempat yang menghasilkan $5 miliar tiap tahunnya.

Profesor Jay Lund mengatakan bahwa iklim yang menghangat merupakan penyebab krisis tersebut

Profesor Lund mengatakan suhu udara yang menghangat menyebabkan bertambahnya penguapan air serta evapotranspirasi pada tanaman, sehingga lebih sedikit curah hujan yang masuk ke sungai dan kembali ke atmosfir.

Dengan ditutupnya tempat-tempat peluncuran kapal di wilayah tersebut telah mengakibatkan sejumlah rumah terapung terpaksa tidak bisa masuk ke perairan, sehingga para turis dan bisnis-bisnis setempat terpaksa bergegas mencari jalan keluar.

Profesor mengatakan daerah ini merupakan tempat yang terkenal untuk rekreasi air seperti bermain perahu atau memancing yang sebenarnya berada di tengah gurun, menjadikan tempat ini bagaikan sebuah taman hiburan yang menarik bagi turis. Namun kini menjadi semakin sulit untuk mengakses waduk Lake Powell. Ukuran danau tersebut saat ini menyusut sehingga peluang bisnis pun berkurang. Dengan demikian industri rekreasi di wilayah tersebut juga tentunya terdampak.

Sejumlah perusahaan penyewaan rumah terapung terpaksa membatalkan seluruh pemesanan mereka sepanjang Agustus, salah satu bulan mereka yang paling populer. Hal tersebut terjadi setelah taman wisata tersebut melarang orang-orang meluncurkan rumah terapung mereka lewat tempat peluncuran kapal di pertengahan bulan Juli.

Profesor Lund menambahkan bahwa turisme bukan satu-satunya sektor yang harus menghadapi cobaan akibat musim kering tersebut. Menurutnya kini kota-kota nampak mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan yang lebih kering dan keadaan kekeringan seperti yang dirasakan sekarang.

Profesor Lund mengatakan bahwa pertanian, sebagai nampan yang menggunakan sebagian besar air dari Sungai Colorado, kemungkinan akan menghadapi lebih banyak perjuangan dalam jangka panjang.

Sejumlah perairan besar di bagian barat Amerika telah mencapai titik terendah pada musim panas ini, termasuk danau yang sangat tekenal di negara bagian Utah, The Great Salt Lake.

Para pejabat pemerintah AS pada bulan lalu harus mulai melepaskan air dari sumber hulu untuk menjaga tingkat air di Lake Powell agar tidak jatuh terlampau rendah. Debit air yang rendah di bendungan tersebut dapat mengganggu pembangkit tenaga listrik.

Semua ini terjadi dengan berkurangnya salju yang mengalir ke Sungai Colorado dan anak-anak sungainya. Sementara suhu yang lebih panas mengeringkan tanah dan mengakibatkan lebih banyak air sungai menguap saat mengalir melalui Amerika bagian barat yang dilanda kekeringan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini