Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ciri-Ciri Arisan Online Bodong, Waspada Ya

Solopos.com , Jurnalis-Minggu, 29 Agustus 2021 |08:23 WIB
Ciri-Ciri Arisan <i>Online</i> Bodong, Waspada Ya
Uang Rupiah (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kasus arisan online mengemuka di Sragen dan Boyolali dalam beberapa hari terakhir. Uang miliaran rupiah milik para korban menguap.

Kasus arisan online bodong bukan cerita baru. Di berberapa daerah lain kasus serupa beberapa kali mencuat. Tidak sedikit para korban tergiur menjadi member arisan online bodong karena iming-iming imbal balik yang menjanjikan. Bukannya, untung malah buntung.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di laman sikapiuangmu.ojk.go.id, mengingatkan masyarakat tentang maraknya arisan atau investasi online bodong yang malah membuat buntung.

Baca Juga: Atasi Pinjol Ilegal, Literasi Keuangan Harus Sampai Tingkat Keluarga

Biasanya masyarakat yang cepat tergiur dan tergoda saat disuguhi penawaran investasi dengan keuntungan yang sangat tinggi dan tidak memiliki risiko, tanpa info lebih lanjut uangnya diputar atau diinvestasikan dimana. Padahal, hal tersebut merupakan salah satu ciri utama investasi bodong.

Kasus arisan online bodong yang cukup fenomenal adalah Arisan Mami Gaul atau AMG yang menjerat ibu-ibu di Banyuwangi, Jawa Timur pada Juli 2017 lalu. Pelaku bahkan menawarkan bonus berupa perhiasan emas dan keuntungan yang lebih tinggi jika berhasil mengajak orang lain untuk ikutan.

Baca Juga: Tegas! Tak Ada Koperasi Berkedok Pinjol Ilegal

Lantas seperti apa ciri-ciri investasi yang kerap berkedok arisan online bodong ini, berikut beberapa hal yang harus menjadi perhatian.

Menggunakan skema ponzi

Keuntungan yang dibayarkan kepada nasabah eksisting berasal dari dana investasi yang disetor oleh peserta baru. Nasabah eksisting akan diberikan iming-iming mendapatkan bonus, sehingga mengajak sebanyak- banyaknya kerabat/ keluarganya sampai memperoleh rantai nasabah yang panjang.

Selain itu, pelaku cenderung mengajak seluruh nasabah agar tidak mencairkan investasi pokok dan menginvestasikan kembali keuntungannya agar skema bisa tetap berlangsung.

Ketika tidak ada rekrutmen baru, pembayaran keuntungan akan berhenti sehingga bangunan investasi akan ambruk. Sebelum bangunan investasi ambruk, biasanya pengelola sudah mengetahuinya dan bersiap untuk kabur.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement