Share

Sri Mulyani Ungkap RI Punya Aset Tak Berwujud, Apa Itu?

Michelle Natalia, Sindonews · Senin 30 Agustus 2021 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 30 320 2463363 sri-mulyani-ungkap-ri-punya-aset-tak-berwujud-apa-itu-BnNXmUerHD.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indonesia memiliki banyak sekali aset negara yang bernilai sangat besar. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan aset tidak hanya dilihat dari yang berwujud, tapi ada juga aset yang tidak berwujud. 

"Contohnya aset tidak berwujud yang dihasilkan dari belanja pendidikan ataupun belanja vaksin. Anggaran pendidikan yang setiap tahun dialokasikan 20% dari APBN, tidak hanya berbicara mengenai gedung sekolah atau kampus," kata Sri Mulyani dalam akun instagram di Jakarta, Senin (30/8/2021).

Pemerintah memupuk aset tidak berwujud (intangible assets), salah satunya melalui peningkatan kualitas SDM generasi masa depan Indonesia. Anak-anak yang makin kreatif dan inovatif adalah aset yang luar biasa penting. Begitu pula halnya program vaksinasi. 

Baca Juga: Sri Mulyani Tak Jamin Ekonomi Bisa Pulih jika Covid-19 Masih Gentayangan

"Dengan kondisi masyarakat yang sehat dan terlindungi dari penyakit, Pemerintah juga memupuk aset berharga negara masa depan yang tidak bernilai," katanya.

Untuk aset yang berwujud (tangible assets), masyarakat dapat melihat secara nyata hasil pembangunan infrastruktur. Tidak hanya digunakan sebagaimana fungsinya, tapi di masa pandemi, banyak gedung milik negara di berbagai wilayah yang dialihfungsikan menjadi rumah sakit darurat sebagai upaya cepat tanggap penanganan pandemi Covid-19.

Baca Juga: Sri Mulyani Bersyukur Kasus Covid-19 Turun tapi Tetap Waspada

"Ini merupakan langkah aset negara mendukung peningkatan aset tidak berwujud yaitu pemulihan kesehatan masyarakat," imbuhnya 

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Dia berharap Direktorat Jendral Kekayaan sebagai pengelola kekayaan negara mampu memaksimalkan aset negara agar seluruh masyarakat dapat merasakan benar manfaatnya. Melihat konteks dan situasi yang terus berubah, tantangan yang makin meningkat dan dinamis.

"Kita juga harus bisa beradaptasi dan berinovasi dalam mengelola kekayaan negara, tidak hanya dengan pikiran tapi juga dengan hati," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini