Holding BUMN Tambang Kantongi Laba Rp4,7 Triliun di Semester I-2021

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 31 Agustus 2021 17:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 278 2464018 holding-bumn-tambang-kantongi-laba-rp4-7-triliun-di-semester-i-2021-et2ICdNlGo.jpeg Laba MIND ID (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Holding BUMN Pertambangan, MIND ID mencatat laba bersih sebesar Rp 4,7 triliun pada Semester I-2021 secara konsolidasi. Angka tersebut naik signifikan jika dibandingkan periode yang sama 2020 yang mencatatkan kerugian Rp 1,8 triliun.

Direktur Utama MIND ID, Orias Petrus Moedak mencatat, pembukuan positif tersebut ditopang oleh efektivitas kinerja produksi, penjualan MIND ID, hingga harga dan permintaan pasar global yang naik signifikan.

"Kalau kita lihat faktor pendorong utama untuk kinerja perusahaan 2021 dari MIND ID. Pertama, yaitu efektivitas kinerja produksi dan penjualan Group MiND ID," ujar Orias saat konferensi pers, Selasa (31/8/2021).

Baca Juga: Pemisahan MIND ID dan Inalum Operating Ditargetkan Rampung Akhir 2021

Manajemen juga melaporkan posisi kinerja keuangan MIND ID yang disebut-sebut berhasil menorehkan catatan positif di sepanjang semester I-2021. Dalam posisi konsolidasi, total aset MIND ID saat ini mencapai sebesar Rp193,7 triliun dengan utang berbunga yang mencapai sebesar Rp96,3 triliun.

Sementara equity kami Rp77,1 triliun. Kemudian, posisi kas perseroam mancapai Rp32,7 triliun, dan net debt to EBITDA-nya 3,4x atau jauh di bawah target yaitu 5x dan debt-to-equity-ratio 1,2x.

Baca Juga: Holding BUMN Pertambangan Buka Lowongan Kerja untuk S1-S2, Cek Syaratnya

"Jadi revenue kami Rp39,2 triliun, dengan laba bersih Rp4,7 triliun, ini net profit margin kami kurang lebih 12%. EBITDA Rp10,9 triliun, kemudian return-on-equity Rp10,9 triliun, dan EBITDA Margin 27,7%," ujarnya.

Orias memastikan situasi pandemi Covid-19 tidak menghalangi produksi dan penjualan yang dilakukan anggota holding.

Terkai peningkatan permintaan pasar di sejumlah negara, kata Orias, terjadi untuk komoditas seperti batubara. Dia mencatat, kenaikan harga batubara paling tinggi selama 10 tahun terakhir.

"Penguatan harga komoditas secara global. Termasuk orang pikir gak bakal naik yaitu batubara, ternyata naiknya, saya rasa naiknya yang tertinggi dalam beberapa terakhir ini ya. Mungkin 10 tahun terakhir atau bisa lebih. Ini harga paling tinggi untuk batu bara," ungkap dia.

Di sisi lain, MIND ID juga telah berupaya mengimplementasikan strategi keuangan dalam hal likuiditas, mengingat cukup besarnya total jumlah utang yang dimiliki oleh perusahaan.

"Karena itu kami menjaga likuiditas agar tetap liquid, dalam posisi kas yang cukup bagus sampai dengan akhir Juni 2021," tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini