Buwas Sebut Pemerintah Masih Punya Utang Rp4 Triliun ke Bulog

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 31 Agustus 2021 11:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 320 2463774 buwas-sebut-pemerintah-masih-punya-utang-rp4-triliun-ke-bulog-LXs08bpR2b.jpg Bulog Ungkap Negara Belum Bayar Uang Penugasan Rp4 Triliun. (Foto: Okezone.com/Bulog)

JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengungkapkan utang pemerintah senilai Rp4 triliun belum dibayarkan. Utang tersebut penugasan negara kepada Bulog perihal pengadaan impor beras dan disposal 20.000 ton.

Impor beras yang dimaksud berupa pemenuhan stok cadangan beras pemerintah (CBP) pada tahun-tahun sebelumnya. Sementara disposal 20.000 ton dengan nilai Rp173 miliar.

Baca Juga: Beras Bulog Sangat Sesuai untuk Dikonsumsi dalam Pola Gaya Hidup Sehat

"Sampai saat ini utang negara kepada Bulog itu hampir Rp4 triliun belum terbayar. Saya sampaikan disposal 20.000 ton lalu sampai saat ini belum ada pembayarannya. Negara punya utang ke kami Rp 173 miliar dari situ (disposal)," ujar Buwas, Selasa (31/8/2021).

Pengadaan atau pembelian beras impor yang dilakukan Bulog justru menggunakan pinjaman bank. Buwas menyebut hingga saat ini bunga pinjaman terus berjalan.

Baca Juga: Dirut Bulog Beberkan Ada Pihak Sengaja Viralkan Beras Bansos Rusak

Di sisi lain, stok beras impor sejak 2018 lalu masih tersedia. Untuk menjaga mutunya tetap terjaga manajemen pun mengeluarkan biaya perawatan. Namu sudah bertahun-tahun beras pun turun mutu.

Buwas menegaskan, selama tiga tahun belakangan CBP hasil impor sudah turun mutu Tentu, kualitas beras yang rendah akan membuat harganya anjlok saat di jual di pasaran.

"Nah ini termasuk juga beras yang kita beli itu sudah menahun, perawatannya mahal, karena itu kita rawat dengan biaya yang tinggi sedangkan kualitasnya pasti turun. Kita jual nggak mungkin harga mahal, karena kemarin kita cek ke lab dan kita taksir berapa nilainya kalau itu dijual murah," kata dia.

Kondisi tersebut, lanjut dia, membuat perusahaan pelat merah itu membukukan kerugian. Meski demikian, Buwas tidak merinci beberapa kerugian yang dialami Bulog

"Sementara kalau kita itung-itung ini kita rugi terus Pak, jadi soal kerugian Bulog ini rugi," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini