Produsen Keju Mulia Boga Raya Beri Pinjaman ke Induk Usaha Rp200 Miliar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 06 September 2021 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 06 278 2466861 produsen-keju-mulia-boga-raya-beri-pinjaman-ke-induk-usaha-rp200-miliar-CpZiGprocE.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Bantu pengembangan bisnis induk usaha, produsen keju Prochiz PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) memberikan pinjaman kepada induk usaha yaitu PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. (GOOD) sebesar Rp200 miliar. Perseroan menyebutkan, transaksi ini akan dilaksanakan dengan skema pinjaman berulang selama jangka waktu pinjaman.

Selain itu, GOOD menerima suku bunga yang sebesar JIBOR 1 bulan plus 1,3% setahun. Namun, dengan asumsi bahwa dalam satu tahun sama dengan 360 hari. Sebagaimana diatur dalam perjanjian pinjam meminjam antara perseroan dan KEJU tanggal 23 Agustus 2021.

Manajemen GOOD mengatakan transaksi dilakukan dengan tujuan untuk memberikan dukungan keuangan kepada perseroan. Rencananya dana segar itu akan digunakan oleh manajemen untuk keperluan modal kerja dan keperluan umum korporasi lainnya.

Baca Juga: Atasi Banjir di Tol Serpong, Anak Usaha META Kantongi Pinjaman Rp750 Miliar

Emiten makanan ringan itu menyatakan suku bunga pinjaman yang diterapkan dalam rencana transaksi ini adalah dibawah kisaran suku bunga di pasar dari perbankan untuk pinjaman yang sejenis. Maka itu, manajemen menilai rencana transaksi ini akan berdampak pada pengurangan cost of fund dari perseroan sehingga akan meningkatkan laba dan profitabilitas serta solvabilitas perseroan.

Pada akhirnya, transaksi akan meningkatkan nilai saham perseroan. Adapun bagi KEJU, rencana transaksi dapat memberikan manfaat finansial berupa pembayaran bunga setiap bulannya selama jangka waktu pinjaman berlangsung oleh perseroan.

Sebagai informasi, KEJU merupakan anak usaha yang dikendalikan GOOD melalui akuisisi pada Oktober 2020 dengan nilai transaksi kala itu sebesar Rp953,7 miliar. Sebelumnya, GOOD akan melakukan pemecahan harga saham atau stock split. Pemegang saham menyetujui rencana tersebut lewat rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 16 Juni 2021.

Baca Juga: Capex Rp500 Miliar, Catur Sentosa (CSAP) Buka 4 Gerai Baru

Semester pertama 2021, KEJU membukukan penjualan neto senilai Rp501,65 miliar. Realisasi itu naik 16,81% dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp429,45 miliar. Kemudian laba periode berjalan pun meningkat 26,16% menjadi Rp72,04 miliar pada akhir semester I/2021 dari sebelumnya Rp57,10 miliar pada semester I/2020.

Dilihat dari jenis produk, penjualan keju blok menanjak 17,02% secara tahunan menjadi Rp436,96 miliar hingga akhir Juni 2021. Adapun, keju blok masih menjadi produk andalan perseroan yang menyumbang pendapatan terbesar.

Selanjutnya penjualan keju lembaran tumbuh 16,57% menjadi Rp58,16 miliar dan penjualan lain-lain tumbuh 5,83% menjadi Rp6,53 miliar. Sedangkan berdasarkan tujuannya, penjualan untuk pihak berelasi lokal melambung ribuan persen menjadi Rp157,33 miliar per akhir semester I/2021 dari sebelumnya Rp10,23 miliar.

Adapun, penjualan neto untuk pihak berelasi ini terdiri dari PT Sinarniaga Sejahtera dan PT Prima Cahaya Luhur.

Namun, pengiriman untuk pihak ketiga lokal masih lebih tinggi walau terkoreksi 24,99% menjadi Rp307,04 miliar. Tercatat pengiriman untuk pihak ketiga ekspor menanjak 278,09% menjadi Rp37,28 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini