Pendapatan Adi Sarana Armada (ASSA) Naik 13% Ditopang Bisnis Lelang Anak Usaha

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 09 September 2021 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 09 278 2468690 pendapatan-adi-sarana-armada-assa-naik-13-ditopang-bisnis-lelang-anak-usaha-G0lxLzP9OY.jpeg Pendapatan Adi Sarana Armada (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Semester pertama 2021, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebanyak 13% atau mencapai 21 ribu unit dari anak bisnis lelang otomotif yang dikelola oleh anak usaha perseroan yakni PT JBA Indonesia. Tren ini diharapkan terus berlanjut hingga akhir tahun 2021.

Direktur Adi Sarana Armada, Jany Candra menjelaskan, pandemi Covid-19 dan pemberlakukan pembatasan sosial oleh Pemerintah turut mendorong peningkatan jumlah kendaraan yang ditransaksikan melalui balai lelang.

Baca Juga: 23 Perusahaan Masuk Pipeline IPO di BEI, Ada Sektor Teknologi dan EBT

“Diharapkan tren positif akan terus berlanjut hingga akhir tahun, mengingat selama pandemi minat masyarakat dalam membeli kendaraan pribadi lebih tinggi untuk menghindari penularan virus Covid-19 melalui transportasi umum,” ujarnya seperti dilansir Harian Neraca di Jakarta, Kamis (9/9/2021).

Baca Juga: Idea Indonesia (IDEA) Melantai di Bursa, Jadi Emiten ke-38 pada 2021

Kemudian dalam rangka menggenjot kinerja lini bisnis lelang otomotif, perseroan melalui JBA Indonesia terus memperluas jaringan di tiga kota yaitu Bandung, Kalimantan dan Sulawesi. Sebagai bagian dari upaya JBA dalam menjangkau lebih banyak customer terutama dari kota Indonesia bagian Timur.

Untuk diketahui, pada tahun ini Adi Sarana Armada mengalokasikan anggaran belanja modal mencapai Rp 1,5 triliun yang akan digunakan untuk pengembangan tiga pilar bisnis perseroan. Untuk balai lelang sendiri, perseroan mengeluarkan dana berkisar Rp 100 hingga Rp 120 miliar untuk akuisisi lahan seluas 4 hektar.

Kemudian, untuk bisnis ASSA Rent, perseroan memproyeksikan pembelian sebanyak 5 sampai 6 ribu kendaraan baru hingga akhir tahun 2021. Sejauh ini, perseroan telah merealisasikan pembelian kendaraan dengan nominal mencapai Rp 450 miliar, PPKM dan krisis chip global diakui menjadi kendala supply kendaraan perseroan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini