6 Fakta Garuda Indonesia Ingin Besarkan Citilink dengan Serahkan 20 Pesawat

Hafid Fuad, Jurnalis · Minggu 12 September 2021 03:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 12 320 2469946 6-fakta-garuda-indonesia-ingin-besarkan-citilink-dengan-serahkan-20-pesawat-GsKD5mrnrA.jpg Garuda Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sebuah langkah penyelamatan bisnis dilakukan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dengan menyerahkan 20 unit pesawat A320. Penyerahan itu disebut akan membesarkan PT Citilink Indonesia dalam menjalankan bisnis penerbangan nasional.

Berikut fakta-fakta yang dikumpulkan Okezone terkait rencana penyerahan pesawat Garuda Indonesia ke Citilink, Minggu (12/9/2021):

1. 20 Pesawat Garuda untuk Citilink

PT Garuda Indonesia Tbk dikabarkan telah membatalkan semua pesanan pesawat Airbus dan menyerahkan 20 pesawat A320 kepada PT Citilink Indonesia.

Baca Juga: Kalah di Pengadilan Arbitrase, Operasional Garuda Indonesia Tetap Berjalan

Kabar ini merupakan hasil rapat emiten yang digelar sejak 1 September 2021. Langkah tersebut berdasarkan keputusan manajemen maskapai penerbangan Garuda yang memutuskan Citilink Indonesia akan dibesarkan dan Garuda Indonesia akan dikecilkan.

2. Garuda Kuasai Saham Citilink

Faktanya saham Citilink Indonesia didominasi oleh Garuda Indonesia. Karenanya, upaya pemberdayaan Citilink sekaligus menjadi inisiatif manajemen untuk mempertahankan keberlangsungan bisnis induk perusahaan di sektor penerbangan.

Baca Juga: Kalah di Pengadilan Arbitrase London, Ini Langkah Dirut Garuda Indonesia

"PT Garuda Indonesia adalah pemegang saham terbesar PT Citilink Indonesia. Oleh karena itu, beliau meminta adanya permintaan sinergi kerjasama dapat didukung dengan baik demi keberlangsungan induk perusahaan," tulis keterangan Garuda.

3. Jumlah Pesawat Garuda 66 Unit

Poin lain dari keterangan Garuda yang beredar di sosial media bahwa jumlah pesawat yang dioperasikan manajemen mencapai 66 pesawat. Jumlah ini lebih banyak dari keterangan emiten yang dipublikasi melalui Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak Juni 2021 lalu.

Di mana, Garuda Indonesia mengurangi jumlah armada pesawat yang dioperasikannya sepanjang pandemi Covid-19 dari 143 menjadi 53 pesawat saja.

Adapun jenis pesawat yang dimilikinya adalah Boeing 777-300ER, Boeing 737-800NG, Airbus A330-200, Airbus A330-300, Airbus A330-900neo dan ATR 72-600.

4. Bos Garuda Enggan Komentar

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra enggan mengomentari beredarnya keterangan manajemen yang mengatasnamakan dirinya saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia.

"Gak coment sesuatu di medsos aja, Gak komen ah," ujar Irfan.

Pada saat yang sama, beredar pula surat keberatan manajemen Garuda Indonesia terkait poin-poin informasi sebelumnya. Salah satunya ihwal pembatalan pesanan pesawat dan pemberian pesawat Airbus A320 kepada Citilink.

5. Surat Keberatan Garuda

Adapun surat keberatan Garuda Indonesia atas beredarnya notulen rapat diterbitkan pada 6 September 2021 kemarin.

Ini menindaklanjuti beredarnya notulen rapat yang diterbitkan oleh ACCI atas pertemuan yang dilaksanakan pada Rabu, tanggal 1 September 2021, dan dihadiri oleh jajaran Direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, jajaran PT Citilink Indonesia, jajaran Vice President PT Citilink Indonesia, dan pengurus dari APIC dan ACCI. Isinya sebagai berikut:

Pertama, kami keberatan terhadap notulen ACCI yang beredar dan bersumber dari minutes of meeting (MoM) yang diterbitkan oleh APIC. Kedua, pertemuan tersebut merupakan diskusi dan tidak ada notulen atas pertemuan tersebut.

Ketiga, jika hasil pertemuan diskusi tersebut akan dituangkan dalam sebuah notulen, maka isi yang dicantumkan harus mendapat konfirmasi dan persetujuan semua pihak yang hadir pada pertemuan tersebut dengan menempelkan isi pembicaraan hasil diskusi oleh para pihak secara berurutan penulisannya.

6. Terkait Holding Aviasi

Pengamat penerbangan, Gatot Raharjo menilai, upaya membesarkan Citilink Indonesia merupakan alternatif manajemen untuk mempertahankan bisnis Garuda. Selain itu, menjadi konsekuensi logis dari berdirinya Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata.

"Ini mungkin ada kaitannya dengan akan dimasukkannya Citilink dalam Holding Aviasi dan Pariwisata. Rencananya Citilink yang mau masuk, Garuda bisa menyelesaikan masalahnya dulu," ujar Gatot.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini