Beroperasi Tahun Depan, Persinyalan Kereta Tanpa Masinis LRT Jabodebek Dikebut

Antara, Jurnalis · Selasa 14 September 2021 22:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 320 2471333 beroperasi-tahun-depan-persinyalan-kereta-tanpa-masinis-lrt-jabodebek-dikebut-sNYFM5N18H.jpg LRT Jabodebek (Foto: Okezone/Instagram LRT Jabodebek)

Komunikasi dan koordinasi dengan Adhi Karya selaku kontraktor utama sangat intens dan berjalan dengan baik selama ini.

Ia menerangkan, sebelum resmi beroperasi LRT harus melewati pengujian lagi yaitu Site Acceptance Test (SAT) atau pengujian performa di lokasi yang diperkirakan pada bulan Mei, serta Trial Running di bulan Juli-Agustus dan Desember 2022.

Pada November 2020 lalu pernah dilakukan uji coba penggunaan sistem persinyalan LRT Jabodebek dengan kereta melalui lintas Stasiun TMII-Stasiun Harjamukti. Pengujian itu dimaksudkan untuk menguji sistem operasi manual sebagai fase awal untuk mempersiapkan sistem operasi otomasi (driverless).

Pembangunan LRT Jabodebek bisa menjadi solusi mengurangi kemacetan, membangun kemandirian teknologi dalam negeri, memberikan kemudahan akses jalan, dan ramah lingkungan.

Dan ke depannya diharapkan dapat tercipta interkoneksi di Dukuh Atas, di mana akan berdekatan dengan LRT Jakarta, MRT, Kereta Bandara, Stasiun KRL Dukuh Atas dan Trans Jakarta.

Linus menambahkan LRT Jabodebek menggunakan teknologi CBTC-Moving Block yang menjadikannya sebagai LRT tanpa masinis atau driverless ke-3 di Indonesia setelah Skytrain Bandara Soekarno Hatta dan MRT Jakarta (semi driverless). Sedangkan kalayang milik PT AP II tersebut menggunakan teknologi sistem persinyalan SiLSafe 5000 milik PT Len Industri.

Persinyalan LRT Jabodebek menggunakan TrainGuard MT Signalling System dari Siemens dan Len Industri yang melakukan pemasangan semua perangkat persinyalan, serta menyuplai produk dan perangkat seperti power supply system untuk persinyalan, sistem pengkabelan indoor dan outdoor persinyalan, perangkat emergency train stop, dan perangkat luar persinyalan lainnya.

Dalam sebuah moda transportasi urban transport seperti LRT, sistem persinyalan dibagi menjadi tiga bagian, yakni wayside signaling equipment (di sepanjang jalur), on board signalling equipment (di dalam kereta), dan indoor signaling equipment.

Sistem persinyalan berfungsi mengatur pergerakan lalu lintas kereta di rel. Sistem CBTC-Moving Block memiliki tingkat keamanan yang tinggi serta dapat mencegah terjadinya tumbukan antar kereta baik dari depan, belakang maupun dari samping.

Kereta dapat bergerak dengan jarak minimum antar kereta untuk memaksimalkan jumlah keberangkatan kereta, namun masih tetap dalam batas aman.

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini