IHSG Diramal Menguat Hari Ini, Yuk Simak Saham Berikut

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 15 September 2021 07:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 278 2471493 ihsg-diramal-menguat-hari-ini-yuk-simak-saham-berikut-L3RxA1Szla.jpg Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi menguat hari ini (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal kembali menguat pada perdagangan hari ini. Pergerakan IHSG hari ini akan berada di kisaran 6.098-6.153.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal optimisme penguatan IHSG terlihat dengan konfirmasi break out Moving Average 20 hari dan 50 hari. Momentum pergerakan bullish pada indikator stochastic dan RSI mendorong laju pergerakan kembali pada trend positif.

Baca Juga: Deretan 10 Saham Masuk Top Gainers Hari Ini, Ada yang Menguat 34%

"Arah pergerakan selanjutnya IHSG akan menguji resistance fractal 6.150. Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi menguat dengan support resistance 6.098-6.153," ujar Lanjar dalam risetnya, Rabu (15/9/2021).

Saham-saham yang masih dapat dicermati secara teknikal diantarnya; AALI, ACES, ACST, AGII, BBRI, BSDE, ESSA, HMSP, LSIP, SMCB, TBIG, WEGE.

Baca Juga: IHSG Bisa Menguat Seharian, Apa Pemicunya?

Sebelumnya, IHSG ditutup naik 40,94 poin atau 0,67% ke level 6.129 dengan cenderung bergerak optimis sepanjang sesi perdagangan. Indeks sektor energy (+2.16%), Infrastruktur (+2.09%) dan Property (+1.82%) naik lebih optimis dan saham TLKM, DCII, ASII, EXCL dan HMSP menopang penguatan IHSG.

Investor melihat angka aksus covid-19 yang melambat dan penguatan besar pada sebagian bursa ekuitas global pasca rentetan pelemahan yang terjadi di Wallstreet sejak pekan lalu.

Leader:

TLKM, DCII, ASII, EXCL, HMSP

Laggard:

BBRI, EMTK, TPIA, BMRI, DCII

Sementara itu, Bursa saham Asia berpotensi tertekan pada perdagangan hari rabu setelah mayoritas indeks saham di Wallstreet tergelincir semalam ditengah kekhawatiran pertumbuhan ekonomi yang melambat dari laporan inflasi AS dibawak ekspektasi.

Inflasi AS yang rilis dibawah ekspektasi pada bulan Agustus menambah ketidakpastian langkah the Fed dalam pemangkasan stimulus dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil atau justru menjadi penghambat.

Dari Asia investor sedang menunggu data ekonomi yang kemungkinan akan menunjukkan tekanan akibat wabah Covid-19 dan investor juga memantau pembatasan peraturan Beijing dan kesengsaraan utang pengembang China Evergrande Group yang sebelumnnya menjadi faktor utama pelemahan indeks acuan disana. Secara sentimen IHSG berpotensi alami tekanan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini