Vaksin Merah Putih Diproduksi Mei 2022, Erick Thohir: Kita Sudah Belajar

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 17 September 2021 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 320 2472975 vaksin-merah-putih-diproduksi-mei-2022-erick-thohir-kita-sudah-belajar-P1QHBL19AI.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menyebut produksi vaksin Merah Putih mulai dilakukan pada April atau Mei 2022 mendatang. Dengan begitu, impor sejumlah jenis vaksin Covid-19 akan ditekan atau ditiadakan pemerintah.

Vaksin hasil kolaborasi sejumlah institusi swasta dan PT Bio Farma (Persero), selaku perusahaan negara yang nantinya memfasilitasi proses produksinya, dikatakan Erick harus didukung sepenuhnya.

"Sekarang kita lihat lah, Insya Allah di bulan April-Mei (2022) nanti kita sudah punya vaksin sendiri," ujar Erick, Jumat (17/9/2021).

Baca Juga: Erick Thohir Sentil Swasta: Jangan Ngakalin BUMN, Bisnis Harus Saling Untung

Selain Indonesia tak lagi mengimpor vaksin di tahun-tahun mendatang, Erick juga memastikan, jumlah produksi vaksin Merah Putih lebih banyak daripada ketersediaan jenis vaksin yang digunakan pemerintah saat ini.

Baca Juga: Erick Thohir Tak Mau Ada Oknum BUMN Sering Korupsi karena Proyek

Ketersediaan vaksin saat tercatat cukup untuk memenuhi kebutuhan program vaksinasi nasional. Per 13 September 2021, total vaksin yang sudah tiba di Indonesia baik dalam bentuk jadi dan bahan baku (bulk) mencapai sekitar 240 juta dosis.

"Dan tentu, vaksin yang ditemukan anak bangsa ini pasti lebih meningkat daripada vaksin yang sudah ada. Karena tadi, kita sudah bisa belajar dari vaksin sebelumnya," katanya.

Meski, dirinya tidak mau terburu-buru mengumbar kabar vaksin Merah Putih, Erick optimis vaksin karya anak bangsa itu mampu melawan mutasi Covid-19 jenis baru saat ini.

"Nah, memang, kita yakini vaksin merah putih ini baik, tetapi saya tidak mau terlalu cepat karena ini memang belum jadi. Kemarin baru ada six vaccine-nya yang kita pastikan ini adak tebal atau bisa melawan mutasi dari virus yang ada," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini