Nilai Transaksi Rp85,5 Triliun, Merger Indosat dan Tri Percepat Digitalisasi RI

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 20 September 2021 13:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 278 2474042 nilai-transaksi-rp85-5-triliun-merger-indosat-dan-tri-percepat-digitalisasi-ri-j6h1OoEUHn.jpg Nilai Transaksi (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Setelah sempat molor dari target dan tarik ulur, merger Indosat dan CK Hutchison yang merupakan induk usaha dari PT Hutchison 3 Indonesia (Tri) resmi dilakukan dan menjadi transaksi telekomunikasi terbesar di Asia bernilai USD6 miliar atau setara Rp85,5 triliun.

“Dengan aksi korporasi tersebut diyakini mampu mempercepat inovasi digital serta kualitas layanan di Indonesia,”kata Director and Chief Operating Officer Indoat Ooredoo, Vikram Sinha di Jakarta, Senin (20/9/2021).

Selain itu, lanjutnya, penggabungan dua perusahaan juga akan memberikan kontribusi terhadap rencana pemerintah Indonesia menuju sebuah negara digital. Perusahaan gabungan tersebut selanjutnya akan kemudian diberi nama PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison).

Dikatakan Vikram, Indonesia adalah pasar yang sangat besar dan potensial tidak hanya di Asia Tenggara tapi juga Asia, sehingga diperlukan menyatukan dua bisnis yang saling melengkapi untuk menciptakan sebuah perusahaan telekomunikasi digital dan internet yang lebih besar dan lebih kuat secara komersial, serta dapat memberikan nilai tambah kepada seluruh pemegang saham, pelanggan, dan masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Rukun Raharja (RAJA) Raup Pendapatan USD50,1 Juta, Turun 5%

Indosat Ooredoo Hutchison akan berada pada posisi yang kuat untuk berkontribusi pada percepatan pertumbuhan ekonomi dan transformasi digital Indonesia. Perusahaan ini akan menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia dengan perkiraan pendapatan tahunan hingga USD3 miliar.

Perusahaan gabungan akan memiliki skala, kemampuan keuangan, dan keahlian untuk bersaing dengan lebih efektif. Penggabungan aset dan produk dari dua perusahaan yang saling melengkapi akan mendorong inovasi dan pengembangan jaringan yang akan memungkinkan perusahaan memberikan layanan digital terbaik dan memperluas tawaran produknya bagi pelanggan di berbagai pelosok Indonesia.

Baca Juga: Realisasi Capex Garuda Metalindo (BOLT) Capai 25%

Managing Director of Ooredoo Group, Aziz Aluthman Fakhroo mengatakan, kesepakatan ini adalah suatu langkah besar untuk mencapai visi bersama dalam menciptakan nilai yang luar biasa untuk para pelanggan dan pemegang saham lewat penggabungan dua perusahaan telekomunikasi terdepan Indonesia untuk melahirkan perusahaan nomor dua yang lebih kuat di Indonesia.

”Dengan adanya kesepakatan ini, kami sekarang bisa fokus untuk menyelesaikan transaksi dan bekerja sama dengan CK Hutchison untuk menggabungkan keahlian dari masing-masing grup telekomunikasi global untuk membangun perusahaan telekomunikasi digital kelas dunia di Indonesia," ujarnya.

Group Co-Managing Director of CK Hutchison Holdings Canning Fok mengatakan, kesepakatan ini adalah kesempatan besar untuk membangun perusahaan telekomunikasi yang lebih kuat dan inovatif di Indonesia. Sebagai informasi, dengan resmi mergernya Indosat dan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri) merger, kepemilikan saham pemerintah di Indosat bakal susut menjadi 9,6% dari semula 14,3%.

Perubahan struktur kepemilikan saham ini mengacu pada data paparan yang memperlihatkan bahwa sebelum merger, kepemilikan saham pemerintah di Indosat sebesar 14,3%, kemudian berkurang menjadi 9,6% setelah merger. Sedangkan kepemilikan saham publik meningkat dari 20,7% menjadi 24,7%, setelah ditambah dengan saham milik PT Tiga Telekomunikasi Indonesia (TTI).

TTI merupakan pemegang 33% saham Hutchison 3 Indonesia. Sementara itu, kepemilikan Ooredoo Asia di Indosat mencapai 65% atau tidak berubah, baik sebelum maupun setelah merger.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini