Harga Saham BEBS Meroket Berujung Digembok BEI, Apa Penyebabnya?

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 21 September 2021 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 278 2474650 harga-saham-bebs-meroket-berujung-digembok-bei-apa-penyebabnya-VkfcGkPxF5.jpg Harga Saham (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA – Melesatnya perdagangan saham PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) hingga berujung pada suspensi, membuat direksi angkat bicara. Direktur Berkah Beton Sadaya, Pio Hizkia Wehantouw mengatakan, peningkatan harga saham perseroan yang signifikan tersebut merupakan mekanisme pasar.

“Pengaruh market terhadap saham BEBS di luar kendali perseroan,"ujarnya seperti dikutip Harian Neraca, Selasa (21/9/2021).

Pihaknya memastikan, semua informasi material telah disampaikan perseroan ke pemegang saham atau masyarakat. Selain itu, dirinya meminta pemegang saham atau masyarakat memperhatikan keterbukaan informasi yang diberikan perseroan.

Saat ini, saham BEBS tercatat ditutup naik 15 poin atau 1,13% ke level Rp1.340 per saham. Sebulan lalu, pada 20 Agustus 2021, saham BEBS masih berada pada level harga Rp478 per saham.

Baca Juga: Mahaka Radio (MARI) Tekan Kerugian 57% Jadi Rp5,5 Miliar

Peningkatan signifikan terhadap saham BEBS terjadi pada 26 Agustus 2021. Saham BEBS naik 25% mencapai harga Rp1.100, dari penutupan hari sebelumnya Rp880 per saham. Kenaikan ini membuat saham BEBS dimasukkan ke pemantauan unusual market activity oleh BEI.

Adapun pekan lalu, Selasa 15 September 2021, BEI melakukan suspensi ke saham BEBS. Suspensi ini dilakukan karena terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

Penghentian sementara perdagangan saham BEBS tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai. Saham BEBS memiliki PER 150,37 kali, dengan kapitalisasi pasar Rp12,06 triliun. Semester pertama 2021, PT Berkah Beton Sadaya Tbk bukukan laba bersih Rp40,1 miliar atau tumbuh 233,3% dibandingkan periode sama tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp12,966 miliar. Hasil itu mendorong emiten material konstruksi itu membukukan laba per saham dasar Rp4,81.

Baca Juga: Incar Penjualan Rp3 Triliun, Produsen Otomotif Ini Naik Produksi hingga 38%

Kemudian penjualan bersih juga melonjak 184,37% menjadi Rp182,54 miliar. Rincinya penjualan material bangunan melonjak 179,66% menjadi Rp165,56 miliar. Sedangkan penjualan beton siap pakai melonjak 259,57% menjadi Rp16,983 miliar.

Seiring dengan itu, beban pokok penjualan bengkak 186,36% menjadi Rp126,28 miliar. Sehingga laba kotor melonjak 180% menjadi Rp56,259 miliar.

Sementara itu, aset mengalami kenaikan 59,35% menjadi Rp647,22 miliar. Hal itu didongkrak kenaikan modal disetor senilai Rp191 miliar. Selanjutnya, kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp4,13 miliar, terpapas 1,19% dibandingkan semester I 2020 sebesar Rp4,18 miliar. Sebagai informasi, perseroan sebelumnya menandatangai kontrak suplai batu dan pasir senilai Rp416 miliar.

Direktur Utama Berkah Beton, Hasan Muldhani pernah mengatakan, kontrak tersebut untuk mengamankan sumber cadangan material produk perseroan.

“Kerja sama yang kami lakukan dalam rangka mengamankan sumber cadangan material demi memenuhi banyaknya kontrak kerja yang harus dilaksanakan oleh perseroan,”ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini