Harga Telur Anjlok, Peternak Mulai Tutup Usahanya

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Selasa 21 September 2021 10:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 320 2474496 harga-telur-anjlok-peternak-mulai-tutup-usahanya-oGSOj6qiMY.jpg Harga Telur Anjlok Bikin Peternak Rugi. (Foto; Okezone.com)

JAKARTA - Harga telur ayam anjlok hingga berdampak pada kerugian peternak. Menurut Pakar Peternakan IPB University, Profesor Niken Ulupi, telah terjadi ketidakseimbangan antara supply dan demand telur ayam.

"Pengaruh buruk akibat harga telur yang anjlok adalah beberapa peternak rakyat atau peternak mandiri mulai menutup usahanya. Apabila ini tidak segera diatasi maka ke depannya masyarakat akan mengalami krisis pangan khususnya telur ayam sebagai pangan bergizi tinggi sumber protein hewani," ujar Prof Niken, Selasa (21/9/2021).

Baca Juga: Harga Telur Merosot, Peternak Menjerit

Harga telur di beberapa daerah di Indonesia, seperti Blitar mencapai Rp13.000 per kilogram. Harga ini sangat jauh dibandingkan dengan harga telur di Bogor atau Jakarta yang masih berada pada kisaran Rp22.000 per kilogram.

Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan ini menjelaskan, ketidakseimbangan antara supply dan demand dapat disebabkan oleh banyaknya usaha baru di sektor peternakan ayam ras petelur.

Baca Juga: Terburuk 10 Tahun Terakhir! Harga Telur Anjlok, Peternak Gigit Jari

Prof Niken juga menyebut, dibangunnya closed house ayam petelur komersil dan perlakuan pembatasan kegiatan masyarakat turut berkontribusi dalam penurunan permintaan telur secara besar.

Prof Niken menyarankan kepada seluruh pelaku usaha di bidang produksi ayam petelur komersial sebaiknya tidak hanya memahami teknik budidaya. Namun, peternak dituntut lebih berkonsentrasi dan memastikan pangsa pasar yang menjadi tujuan usahanya sebelum memulai usaha tersebut.

"Memulai usaha peternakan ayam petelur komersial dengan pola kemitraan bisa menjadi solusi, karena dengan pola tersebut keseimbangan supply dan demand bisa lebih didekati," tambah Prof Niken Ulupi, Guru Besar IPB University dari Fakultas Peternakan.

Dia berharap, fenomena anjloknya harga telur ayam tidak terulang di kemudian hari. Menurutnya, salah satu upaya untuk menjaga stabilitas harga telur dapat dilakukan dengan mendirikan usaha industri pengolahan telur terutama di wilayah sentra produksi.

Sementara itu, hal lainnya adalah dengan menurunkan dan menstabilkan harga jagung yang merupakan komponen terbesar dari pakan ayam. Upaya ini dapat membantu para peternak mandiri.

“Dengan demikian sangat diperlukan peran aktif pemerintah dalam menjaga kestabilan harga jagung dan ketersediaan pasokan jagung yang dibutuhkan," pungkasnya. (SMH)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini