Share

Ekspor hingga Belanja Pemerintah Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia 2021

Antara, Jurnalis · Rabu 22 September 2021 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 320 2475238 ekspor-hingga-belanja-pemerintah-jadi-pendorong-ekonomi-indonesia-2021-GhPyhAjsKo.jpg Ekspor dan belanja pemerintah akan mendorong ekonomi tahun ini (Foto: Freepik)

JAKARTA - Ekspor dan belanja pemerintah akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini. Asian Development Bank (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi RI tahun ini mencapai 3,5% (yoy).

“Pemulihan terus berlanjut pada paruh pertama 2021 berkat berbagai kebijakan akomodatif dan didukung oleh ekspor yang kuat,” kata Direktur ADB untuk Indonesia Jiro Tominaga dalam Asian Development Outlook 2021 di Jakarta, Rabu (22/9/2021).

Baca Juga: ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2021 Jadi 3,5%, Ini Alasannya

Tominaga mengatakan perekonomian Indonesia sempat mengalami penurunan pada 2020 namun bersifat ringan akibat kebijakan pemerintah yang tegas dan tepat waktu dalam menangani pandemi Covid-19.

Tak hanya itu, langkah pemerintah memberikan stimulus fiskal dan bantuan sosial kepada kelompok rentan dalam rangka mencegah kerugian ekonomi jangka panjang juga telah mampu mempertahankan pertumbuhan.

Baca Juga: ADB Sebut Pendapatan UMKM Indonesia Masih Lesu

“Kebijakan fiskal yang suportif dan kebijakan moneter yang akomodatif akan membantu mempertahankan pertumbuhan,” ujarnya.

Hasil kebijakan akomodatif pemerintah pun tercermin dari Produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang tumbuh 3,1% pada paruh pertama 2021 didukung pelonggaran pembatasan sehingga permintaan kembali naik.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

ADB memproyeksikan pengeluaran rumah tangga akan pulih sebelum naik ke level 5% tahun depan namun tidak terlalu tinggi karena tertahan oleh masih adanya ketidakpastian yang masih terus membayangi.

Investasi diperkirakan turut menguat pada 2022 seiring mulai normalnya keadaan dan membaiknya iklim usaha sedangkan impor diprediksikan meningkat sejalan permintaan domestik yang membaik.

Untuk inflasi masih tetap terkendali dan diperkirakan mencapai 1,7% pada tahun ini atau lebih rendah dari proyeksi 2,4% yang dirilis ADB pada April lalu akibat melambatnya pemulihan ekonomi.

Tominaga mengingatkan bahwa masih adanya sejumlah risiko negatif termasuk potensi wabah COVID-19 baru, gangguan aktivitas perekonomian baik di Indonesia maupun luar negeri, serta tantangan pembiayaan global.

Oleh sebab itu, ia meminta agar para pembuat kebijakan terus mengambil langkah-langkah yang dapat mengendalikan pandemi, mendukung pemulihan ekonomi, dan melaksanakan reformasi domestik.

“Walaupun restriksi dilakukan tapi kami berharap pertumbuhan bisa kembali pulih,” tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini