Share

Bangkitkan Industri Film, Menko Airlangga: Kebijakan Dievaluasi

Zikra Mulia Irawati, Okezone · Rabu 22 September 2021 19:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 320 2475394 bangkitkan-industri-film-menko-airlangga-kebijakan-dievaluasi-VIQB6FPCUl.jpg Menko Perekonomian Airlangga Hartarto evaluasi kebijakan industri perfilman (Foto: Kemenko Perekonomian)

JAKARTA - Pemerintah senantiasa melakukan evaluasi kebijakan guna menghidupkan kembali industri perfilman nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pembukaan bioskop telah dilakukan seiring dengan perbaikan level PPKM, diterapkan di daerah PPKM Level 3 dan 2.

"Aplikasi PeduliLindungi juga digunakan sebagai pembatasan penonton yang masuk, serta tidak diperbolehkan menjual makanan minuman di area bioskop,โ€ kata Menko Airlangga dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (22/9/2021).

Baca Juga: Kemendikbudristek Luncurkan 3 Jilid Buku Peluang Karier Industri Film

Di masa pandemi COVID-19 ini, lanjut Menko Airlangga, pelaku industri di berbagai sektor harus mampu untuk terus berinovasi agar bisa beradaptasi. Industri perfilman terbuka dengan peluang baru yakni berupa layanan streaming berbasis platform digital dengan video on demand.

Berdasarkan data statistik, pendapatan dari langganan video on demand Indonesia bisa mencapai 411 juta dolar AS di tahun 2021 dengan penetrasi pengguna sebesar 16 persen di tahun 2021 dan diperkirakan akan naik menjadi 20 persen di tahun 2025.

Baca Juga: Geliat Industri Film Lokal di Tengah Pandemi Covid-19

โ€œLayanan streaming ini menjadi peluang tambahan bagi industri perfilman karena dapat menjangkau pasar yang lebih luas bahkan bisa masuk pasar global. Ini peluang besar bagi para sineas Indonesia yang berkiprah di regional maupun global,โ€ ujar Airlangga.

Ia menyampaikan pemerintah juga memformulasikan aturan bagi layanan video on demand dengan tujuan untuk melindungi industri dalam negeri agar bisa tumbuh dan terjaga dengan baik tanpa menghilangkan hak masyarakat dalam memperoleh tontonan yang baik.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Kendati demikian, kehadiran film berbasis digital membuat pertunjukan film semakin beragam dan membutuhkan proses filtrasi. Sehingga, Airlangga menegaskan bahwa perkembangan tersebut harus diiringi dengan proses filtrasi dan penyensoran yang sesuai dengan norma dan budaya serta aspek religi bangsa Indonesia, termasuk diperlukannya keterangan terkait klasifikasi usia yang tepat untuk menonton film tersebut.

โ€œKami menyambut baik dan mengapresiasi Lembaga Sensor Film Indonesia yang mencanangkan budaya sensor mandiri guna mendorong masyarakat memilih dan memilah dalam menonton yang sesuai dengan klasifikasi usia. Diharapkan juga para orang tua terus ikut mengawasi apa yang ditonton oleh anggota keluarganya,โ€ kata dia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini