Urus Izin Makin Mudah, Bahlil Ajak Investasi EBT di Indonesia

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 23 September 2021 16:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 23 320 2475851 urus-izin-makin-mudah-bahlil-ajak-investasi-ebt-di-indonesia-TFymJ4qDZM.jpg Bahlil ajak investor tanam modal di sektor EBT (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia memastikan keinginan investor akan terjawab melalui Undang-Undang Cipta Kerja dan Online Single Submission(OSS).

"Oleh karena itu, sekarang sudah jauh lebih efektif dan sekarang kita masuk pada sebuah ekonomi yang dalam istilah kami yaitu green energy," ujar Bahlil dalam Indonesia Investment Webinar Series 2021-Taiwan pada Kamis(23/9/2021).

Baca Juga: Keren! RI Dapat Investasi Rp36 Triliun untuk Bangun Kabel Listrik Bawah Laut

Dia mengatakan, Indonesia harus mampu memberikan kontribusi terbesarnya kepada dunia terkait green energy. Karena itu, sambung Bahlil, arah kebijakan negara di Kementerian Investasi, di sektor-sektor apa saja yang menjadi prioritas sekarang adalah di sektor-sektor hilirisasi, dimana terjadi industri-industri yang berbasis pada energi hijau.

Baca Juga: Wih! RI Punya Potensi Investasi Rp2.900 Triliun

"Khusus mengenai green energy, kenapa Indonesia menjadikan ini salah satu fokus dalam arah kebijakan investasi, khususnya menyangkut soal baterai mobil. Sebab kita tahu, bahan baku baterai mobil sebagian besar adalah nikel, kemudian cobalt, mangan, dan lithium. Secara kebetulan, Indonesia memiliki cadangan nikel dunia sebanyak 24-26%, ini semuanya ada di Indonesia," ungkapnya.

Bahlil optimis, ketika industri baterainya dibangun di Indonesia, maka dia yakin akan memberikan nilai tambah dan melahirkan biaya produksi yang sangat efisien.

"Kedua, terkait energi, Indonesia memiliki potensi EBT yang sangat luar biasa. Memiliki 12 Ribu MW di Kalimantan Utara, 23 ribu MW untuk PLTA di Papua, dan membangun kawasan industri hijau di Kalimantan Utara dan kawasan industri dekat dengan lokasinya di Batang, Jawa Tengah," ungkapnya.

Dia bahkan meyakinkan para investor bahwa persoalan urusan lahan dan biaya, akan jauh lebih murah. "Silahkan teman-teman dari luar ke Indonesia, membawa teknologi, capital, dan sebagian pasar. Biarlah pemerintah Indonesia yang mengurus perizinan, insentif, dan lahannya," pungkas Bahlil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini