Kisah Inspiratif! Pria Ini Jadi Kaya Raya Punya Rp14 Triliun Berkat Tampung Para Lansia

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 24 September 2021 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 24 455 2476344 kisah-inspiratif-pria-ini-jadi-kaya-raya-punya-rp14-triliun-berkat-tampung-para-lansia-mShIsx2bOO.jpg Pria Jadi Kaya Raya Berkat Tampung Lansia (Foto: Forbes)

JAKARTA - Pria ini menjadi kaya raya dan miliarder baru setelah menampung para lansia selama pandemi Covid-19.

Pria berusia 56 tahun itu mengantongi kekayaan bersih mencapai USD1 miliar atau setara Rp14,2 triliun.

Dia adalah Keiichi Shibahara. Keiichi Shibahara merupakan CEO Amvis Holdings Inc. Hal yang membuat dirinya menjadi orang kaya baru karena merawat para lansia.

Saat ini, rumah sakit di Jepang fokus merawat pasien Covid-19, sehingga banyak orang lanjut usia (lansia) di sana memilih pergi ke panti jompo untuk mendapatkan perawatan kesehatan.

Baca Juga: Mantan OB yang Sukses Jadi Miliarder Pemilik Hotel Shangri-La, Hartanya Rp157,6 Triliun

 

Hal ini memberi keuntungan kepada pendiri perusahaan yang menawarkan layanan homecare, dukungan keamanan medis, rehabilitasi dan layanan lainnya, yakni Amvis Holdings Inc.

Saham perusahaan tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat sejak Agustus tahun lalu dan membuat pendiri dan CEO Amvis Holdings Inc Keiichi Shibahara menjadi miliarder. Dengan kepemilikan saham Amvis sebanyak 77 persen, pria berusia 56 tahun itu mengantongi kekayaan bersih mencapai USD1 miliar dolar.

Amvis saat ini telah mengoperasikan 41 panti jompo swasta di seluruh Jepang, dengan 11 lainnya sedang dalam proses pembangunan.

"Amvis adalah perusahaan pertama di Jepang yang mendirikan model bisnis hospice dan telah berkembang pesat menjadi perusahaan terkemuka di industri home healthcare dan perawatan," kata Shibahara dikutip dari Forbes.

Hospice care juga dikenal sebagai perawatan paliatif, yang menawarkan klien atau pasien stadium terminal atau sakit parah pada lingkungan yang aman dan penuh perhatian.

Sementara itu, Amvis didirkan pada 2013, setahun setelah pemerintah Jepang menerapkan kebijakan perawatan berbasis rumah, di mana orang-orang dengan penyakit kronis atau disabilitas didorong untuk menerima perawatan di rumah untuk mengurangi beban di rumah sakit.

Menurut Japan Times, proporsi orang berusia 65 tahun atau lebih di Jepang adalah yang tertinggi di dunia, sekitar 28,7 persen dari total populasi negara itu.

"Di Jepang, perubahan kebijakan pemerintah memaksa orang dengan kanker stadium akhir atau mereka yang menggunakan ventilator untuk dipulangkan dari rumah sakit ke rumah mereka. Situasi ini dipercepat oleh fakta bahwa rumah sakit sibuk menangani pasien yang terinfeksi Covid-19, dan pasien ini berbondong-bondong ke fasilitas yang dioperasikan oleh Amvis," katanya.

Pada awal Agustus lalu, karena jumlah kasus Covid-19 di Jepang meningkat, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengumumkan kebijakan untuk membatasi rawat inap pasien virus Corona di rumah sakit hanya pada kasus yang paling serius.

Adapun kinerja keuangan Amvis yang berakhir September 2020 melesat. Pendapatan Amvis meningkat lebih dari 71 persen menjadi 9,2 miliar yen dari tahun sebelumnya, sementara laba berlipat ganda menjadi 1,2 miliar yen. Dari Oktober 2020 hingga 31 Maret 2021, pendapatan dan laba masing-masing melonjak 66 persen dan 108 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini