BKPM Tantang Investor Rusia Tingkatkan Investasi di Indonesia

Zikra Mulia Irawati, Jurnalis · Minggu 26 September 2021 22:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 26 320 2477184 bkpm-tantang-investor-rusia-tingkatkan-investasi-di-indonesia-nZbA7AUBfl.jpg Investor Rusia Ditantang Tingkatkan Investasi di Indonesia. (Foto: Okezone.com/PUPR)

MOSKOW - Kementrian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menantang investor Rusia meningkatkan investasi di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Anggota Komite Investasi Kementerian Investasi/BKPM Rizal Calvary Marimbo, usai melakukan pertemuan dengan beberapa pimpinan dan manajemen Russian Railways dan The Russian Business Counsil (RBC) di Moskow, Rusia. 

Pihak Russian Railways diwakili Alexander Popov (Deputy Executive Director Russian Railways) dan Dmimitry Alekseev (Head of Directorate Foreign Project Russian Railways). Sedangkan pihak RBC, hadir antara lain Mikhail Kuritsyn (CEO Spectrum Group) dan Alexander Pogoreiskiy (Chairman ICG Investconsult).

Baca Juga: 2 Investor China Tanam Duit Rp4,9 Triliun Bangun Pabrik Baterai Kendaraan Listrik di Sulawesi

"Tadi kita tidak hanya petakan potensi investasi Rusia di Indonesia. Tapi kita tantang juga dia. Jangan mau kalah dari China, Korsel dan negara negara lain," ujar Rizal, yang hadir di Rusia bersama sejumlah anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Bupati Morowali Utara, usai melakukan pertemuan baru baru ini di Moskow, Minggu (27/9/2021).

Baca Juga: 4 Fakta Modus Investasi Bodong, Ada Forex Berkedok Robot Trading

Rizal mengatakan, secara akulatif, Foreign Direct Investment (FDI) Rusia dari 2016 hingga 2021 hanya sebesar USD46,82 juta. FDI Rusia tersebar di lima sektor yakni industri kimia dan farmasi, hotel dan restoran, real estates, perdagangan dan layanan dan lain-lain. Rentang 2016 hingga 2021, Rusia berinvestasi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Sumatra, Jawa dan Kalimantan.

"Sebesar 57 3 % investasi Rusia di Bali dan Nusa Tenggara, Sumatra 34%, Jawa hanya 7,3 %, Sulawesi 2 4%, " ucap Rizal.

Rusia saat ini menempati peringkat 39, FDI di Indonesia. Dengan posisi tersebut, posisi Rusia masih tertinggal dalam hal FDI di Indonesia dibandingkan dengan beberapa negara Eropa lainnya seperti Belanda dan Swiss.

Rizal mengatakan, pihaknya optimis investasi Rusia akan berkembang ke depan, mengingat berbagai reformasi yang telah dilakukan untuk mempermudah kemudahan berusaha dan berinvestasi. Pihaknya juga mensosialisasikan UU Cipta Kerja, Sentralisasi Perizinan, Kebijakan insentif dan fasilitas fiskal serta perbaikan lainnya di era kepemimpinan Menteri Bahlil Lahadalia.”Arahan Pak Menteri Bahlil, bahwa perbaikan iklim investasi dilakukan secara sistematis, terarah dan fundamental dilakukan di Tanah Air. Dan ini memang yang investor tunggu-tunggu,” ucap Rizal.

Rizal mengatakan, investor Rusia tertarik berinvestasi di sektor infrastruktur dan energi. "Utamanya mereka banyak tanya tanya soal prospek Kereta Api di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua serta kelistrikan pembangkit tenaga nuklir," ucap Rizal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini