Kepala Kantor Perwakilan BEI Kalimantan Tengah, Stephanus Cahyo Adiraja mengatakan, pandemi Covid-19 justru mengakibatkan peningkatan jumlah investor maupun jumlah transaksi pasar modal di Kalimantan Tengah pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya.
"Di masa pandemi ini, kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara on-line memberi kesempatan bagi investor-investor di seluruh Kalimantan Tengah bisa mengikutinya, sehingga mengakibatkan kenaikan jumlah investor maupun transaksi yang cukup tinggi," ujar Cahyo.
Branch Manager Phintraco Sekuritas Palangka Raya, Bernanto Pardosi menambahkan, 30% dari total investor yang berada di pihaknya, melakukan trading saham. Hal ini juga merupakan salah satu pendorong kenaikan jumlah transaksi saham di Kalimantan Tengah.
Apalagi, lanjut dia, selain fokus pada peningkatan jumlah investor dan nilai transaksi, Kantor Perwakilan BEI Kalimantan Tengah juga berusaha untuk mengajak perusahaan-perusahaan yang ada di Kalimantan Tengah untuk memperoleh pendanaan di pasar modal melalui proses go public.
Harapannya di tahun-tahun mendatang, lanjut Bernanto, akan ada penambahan jumlah perusahaan dari Kalteng yang melantai di Bursa Efek Indonesia. Sejalan dengan yang terjadi di Kalteng, 58,82% dari total 6,1 juta investor pasar modal Indonesia per Agustus 2021 didominasi oleh usia di bawah tiga puluh tahun yang tumbuh 12,07% dari tahun lalu.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.