Share

BEI Gembok Saham Perdana Karya Perkasa, Ini Penyebabnya

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 30 September 2021 13:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 30 278 2479262 bei-gembok-saham-perdana-karya-perkasa-ini-penyebabnya-VgOrr2tnhp.jpeg BEI suspensi saham PKPK (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan atas saham PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) mulai sesi pertama, Rabu (29/9).

BEI menjelaskan, suspensi dilakukan sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PKPK dan oleh karena itu, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham perseroan di pasar reguler dan pasar tunai pada perdagangan tanggal 29 September 2021.

Baca Juga: BEI Rayu Startup Centaur hingga Decacorn Melantai di Bursa

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M. Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Irvan Susandy meminta para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.

Sekadar informasi, pada penutupan perdagangan terakhir, Selasa (28/9) lalu, saham PT Perdana Karya Perkasa Tbk tercatat ditutup menguat 4,82% atau naik 7 point ke harga Rp152 per saham.

Baca Juga: Dirut BEI: Rights Issue BBRI Terbesar di Indonesia dan Asean

Jika pada Rabu (1/9) lalu masih ditutup di harga Rp62 per saham, maka hingga penutupan Selasa (28/9), saham PKPK telah mengalami peningkatan harga hingga 145,16% selama bulan September ini.

Sebelumnya, PT Deli Pratama Batubara resmi menjadi pengendali saham PT Perdana Karya Perkasa Tbk setelah membeli 297.383.762 lembar atau 49,56% porsi saham pada PKPK. Deli Pratama Butubara membeli PKPK pada harga Rp60 per lembar, sehingga total nilai transaksi Rp17,843 miliar. Informasi tersebut disampaikan PKPK dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Hanya saja, dalam keterangan itu tidak merinci lebih jauh waktu transaksi dan penjual PKPK. Sementara itu, jika mengacu data BEI, 35,95% porsi saham PKPK dikuasai Soejadi Soedarsono, 13,61% dipegang Fanny Listiawati dan sisnya sebesar 50,44% digenggam masyarakat. Menariknya dalam tiga hari bursa belakangan PKPK mengalami lonjakan. Jelasnya, pada perdagangan tanggal 23 September 2021 dibuka di level 86 dan ditutup pada level 99.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini