JAKARTA - Wall Street melemah tajam pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Bursa saham AS melemah dengan indeks S&P 500 membukukan bulan terburuk sejak dimulainya krisis kesehatan global, setelah bulan dan kuartal yang penuh gejolak didera oleh kekhawatiran atas COVID-19, ketakutan inflasi, dan perselisihan anggaran di Washington.
Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 546,80 poin atau 1,59%, menjadi menetap di 33.843,92 poin. Indeks S&P 500 terpangkas 51,92 poin atau 1,19%, menjadi berakhir di 4.307,54 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 63,86 poin atau 0,44%, menjadi ditutup pada 14.448,58 poin.
Baca Juga: Wall Street Bergerak 2 Arah, Indeks S&P 500 dan Dow Menguat
Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor industri anjlok 2,11%, memimpin kerugian. Ketiga indeks saham utama AS memiliki kinerja kuartalan terburuk sejak bulan-bulan pembukaan 2020, ketika pandemi COVID-19 membuat ekonomi global terpuruk.
S&P mencatat kenaikan moderat selama periode Juli-September, sementara Nasdaq dan Dow mengalami kerugian kuartalan.
Baca Juga: Wall Street Turun Tajam karena Kekhawatiran Inflasi
Untuk bulan ini, indeks Dow tergelincir 4,3%, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing-masing anjlok 4,8% dan 5,3%. Indeks S&P dan Nasdaq mencatat%tase penurunan bulanan terbesar sejak Maret 2020, sementara Dow mengalami%tase penurunan bulanan terbesar sejak Oktober.
Senat dan DPR AS menyetujui RUU pengeluaran sementara untuk menjaga pemerintah berjalan di akhir sesi, tetapi setelah kenaikan pasar yang singkat, saham-saham kembali melanjutkan penurunannya, menyeret bahkan Nasdaq ke zona merah setelah cenderung lebih tinggi hampir sepanjang hari.