Gaji Dibayar Pakai Pulsa, Emang Boleh?

Erlinda Septiawati, Jurnalis · Minggu 03 Oktober 2021 20:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 03 622 2480546 gaji-dibayar-pakai-pulsa-emang-boleh-CGHtbslQkp.jpg Gaji Dibayar Pakai Pulsa (Foto: Okezone)

JAKARTA – Menjadi seorang pekerja tentu berharap menerima gaji atau upah setelah memenuhi pekerjaan yang telah dilakukannya. Biasanya pembayaran ini dengan mata uang negara tempatnya bekerja.

Namun, bagaimana jika pembayaran yang dilakukan dengan pulsa atau barang lainnya?

Baca Juga: Gaji Rp5 Juta per Bulan Kena Pajak 5%? Stafsus Sri Mulyani: Hoax!

Diketahui di Indonesia pembayaran upah/gaji tetap harus dilakukan dengan mata uang Rupiah. Sedangkan, metode pembayarannya bisa secara langsung atau penyaluran dana melalui transfer bank.

“Pembayaran upah harus dilakukan dengan mata uang Rupiah. Terkait cara pembayarannya, upah dapat dibayarkan secara langsung kepada pekerja atau melalui bank,” tulis akun Instagram @kemnaker, Jakarta, Minggu (3/10/2021).

Menurut informasi bahwa pembayaran dengan pulsa tidak diperbolehkan karena tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Sementara itu, dalam KBBI, pulsa sendiri diartikan sebagai satuan dalam perhitungan biaya telepon. Sehingga, pembayaran upah dalam bentuk pulsa tidak memenuhi ketentuan pembayaran upah,” kata @kemnaker.

Hal tersebut pun tertuang dalam dasar hukum Peraturan Pemerintah nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini