G20 Didesak Investasi Lingkungan dan Sosial

Antara, Jurnalis · Senin 04 Oktober 2021 18:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 04 320 2481165 g20-didesak-investasi-lingkungan-dan-sosial-E52tmxiO1R.jpg G20 Didorong Perbanyak Investasi Lingkungan dan Sosial. (Foto: Okezone.com/PUPR)

LONDON - Laporan OECD melaporkan bahwa negera terbesar dunia perlu berbuat lebih banyak untuk memastikan peringkat dan investasi terkait lingkungan, sosial, dan tata kelola efektif dalam transisi ke ekonomi rendah karbon.

Diluncurkan menjelang pertemuan G20 pada Oktober, laporan itu mengatakan meski dorongan untuk berinvestasi menggunakan kriteria lingkungan, sosial, tata kelola atau ESG (Environmental, Social, and Corporate Governance) dapat membantu tujuan iklim internasional, “tantangan besar” perlu diatasi.

Secara khusus, laporan tersebut menyoroti berbagai macam pendekatan untuk menilai isu-isu ESG, data yang tidak konsisten dan kurangnya komparabilitas antara metodologi penilaian ESG.

Baca Juga: Rayu Masyarakat Investasi, Bahlil: Ada Masalah Izin Tolong Kabari Saya

“Dinamika dan tantangan persaingan yang terkait dengan peringkat dan investasi ESG ini dapat membahayakan integritas pasar, mengikis kepercayaan investor, dan menutupi sejauh mana dampak keputusan investasi terkait lingkungan dan iklim,” kata laporan itu, dikutip dari Antara, Senin (4/10/2021).

“Pada akhirnya, tantangan dapat membatasi kecepatan dan skala alokasi modal yang diperlukan untuk mencapai kemajuan nyata guna mendukung nilai jangka panjang dan transisi ke ekonomi-ekonomi rendah karbon.”

Baca Juga: Tips Investasi 2R dan 2L, Apa Itu?

Laporan tersebut mengikuti pembukaan konsultasi oleh Organisasi Internasional Komisi Sekuritas (IOSC) tentang peringkat ESG pada Juli dan datang menjelang putaran pembicaraan iklim global berikutnya pada November.

OECD meminta pemerintah untuk memastikan transparansi global, komparabilitas dan kualitas metrik ESG inti. 

Khususnya pada peringkat lingkungan, laporan tersebut mengatakan bahwa penyedia peringkat tampaknya kurang memberi bobot pada dampak lingkungan negatif dan lebih pada pengungkapan kebijakan dan target perusahaan, dengan sedikit penilaian terhadap dampaknya.

Dengan penyedia peringkat yang sering menggunakan skor sub-kategori dalam jumlah besar, OECD menyerukan kejelasan yang lebih besar atas arti skor tersebut, untuk membantu investor dengan lebih baik.

Investor juga terhambat oleh masalah termasuk data "tidak memadai" pada jalur nol bersih, kurangnya kejelasan kebijakan mengenai harga karbon dan dukungan untuk energi terbarukan dan kurangnya produk dan alat pengukuran untuk memungkinkan investor menyelaraskan portofolio dengan tujuan iklim tertentu.

“Secara keseluruhan, kerja sama internasional yang lebih besar diperlukan untuk memastikan bahwa ESG dan praktik terkait transisi iklim berkembang dengan cara yang memperbaiki fragmentasi pasar saat ini, dan memperkuat kepercayaan investor dan integritas pasar.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini