Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menperin soal Batik, China Kembangkan Mesin Printing Tiru Desain Indonesia

Anggie Ariesta , Jurnalis-Rabu, 06 Oktober 2021 |15:28 WIB
Menperin soal Batik, China Kembangkan Mesin Printing Tiru Desain Indonesia
Menperin Agus Gumiwang (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa capaian ekspor batik pada tahun 2020 sebesar USD532,7 juta atau setara Rp7,5 triliun.

Kemudian kata dia, untuk industri kerajinan, nilai ekspor pada tahun 2020 hampir sebesar USD700 juta dengan ekspor utama barang kerajinan dari negara Amerika Serikat, Malaysia, Jepang, Jerman, dan Korea.

Menurutnya industri batik telah berperan penting bagi perekonomian nasional dan berhasil menjadi market leader pasar batik dunia.

Baca Juga: Kontribusi Industri ke Ekonomi Ditarget Tembus 20% di 2024

"Masih banyak hal atau pekerjaan rumah yang bisa kita lakukan yang bisa saya sampaikan yang mungkin menjadi agenda kita kedepan yaitu program promosi," katanya dalam Puncak Peringatan Hari Batik Nasional (PHBN) 2021 Kemenperin secara virtual, Rabu (6/10/2021).

Baca Juga: Kacau! Menperin Sebut Produk Impor Terlalu Gampang Masuk Indonesia

Dia mengimbau bahwa capaian tersebut harus didukung promosi oleh semua stakeholder disamping memang pemerintah telah hadir. Kehadiran pemerintah juga masih perlu ditingkatkan dengan bekerja sama dengan Dekranas, Yayasan Batik Indonesia, Kadin dengan para pelaku usaha.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement