Wall Street Meroket Didorong Kesepakatan Mencegah Gagal Bayar Utang AS

Antara, Jurnalis · Kamis 07 Oktober 2021 06:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 07 278 2482487 wall-street-meroket-didorong-kesepakatan-mencegah-gagal-bayar-utang-as-FDggKzicG3.jpg wall Street Menguat. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham AS, Wall Street melesat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Investor pun semakin optimis setelah Partai Demokrat dan Republik mencapai kesepakatan untuk mencegah gagal bayar utang pemerintah.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 102,32 poin atau 0,30% menjadi 34.416,99 poin. Indeks S&P 500 menguat 17,83 poin atau 0,41 persen, menjadi 4.363,55 poin dan Nasdaq meningkat 68,08 poin atau 0,47% menjadi 14.501,91 poin.

Pada awal sesi, ketiga indeks utama diperdagangkan lebih rendah, dengan Dow turun lebih dari 400 poin di posisi terendah. Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir dengan di zona hijau, dengan sektor utilitas terangkat 1,53%, melampaui sektor lainnya. Sementara itu, sektor energi tergelincir 1,05%, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.

Baca Juga: Saham Big Tech Anjlok, Wall Street Ditutup Menurun

Senat dari Partai Republik Mitch McConnell mengatakan partainya akan mendukung perpanjangan plafon utang federal hingga Desember. Ini akan mencegah gagal bayar bersejarah yang akan menimbulkan korban ekonomi yang besar.

"McConnell membuat beberapa komentar dovish tentang perpanjangan plafon utang untuk sementara. Itu akan ditafsirkan dalam jangka pendek sebagai positif," ujar Pendiri dan Manajer Portofolio di Infrastructure Capital Advisors, kata Jay Hatfield, dikutip dari Antara, Kamis (7/10/2021).

Baca Juga: Wall Street Rebound Usai Saham Facebook dan Microsoft Naik di Atas 1%

Tawaran McConnell dapat memberikan jalan keluar untuk kebuntuan selama berbulan-bulan antara Presiden Joe Biden dari Demokrat dan McConnell Partai Republik, yang telah diperkirakan pada Rabu (6/10/2021) untuk memblokir upaya ketiga oleh Senat Demokrat untuk menaikkan plafon utang 28,4 triliun dolar AS.

Saham-saham lebih rendah untuk sebagian besar sesi setelah data menunjukkan penambahan pekerjaan swasta yang kuat pada September memicu spekulasi bahwa Federal Reserve bisa mulai segera mengekang stimulus moneternya.

Saham-saham pertumbuhan berkapitalisasi besar Amazon dan Microsoft keduanya naik lebih dari 1,0 perser setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan mundur dari tertinggi tiga bulan pada sore hari.

Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP menunjukkan data penggajian swasta meningkat 568.000 pekerjaan bulan lalu. Ekonom yang disurvei oleh Reuters telah memperkirakan kenaikan 428.000 pekerjaan.

“Data pasar tenaga kerja yang positif datang dengan implikasi bahwa Fed dapat memperketat kebijakan lebih cepat. Tetapi fakta bahwa perekrutan meningkat tidak boleh diabaikan - ini jelas merupakan hal yang baik dalam hal pemulihan," kata Direktur Pelaksana Strategi Investasi, Mike Loewengart.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini