Wall Street Ditutup Menguat Didukung Kenaikan Saham Apple dan Tesla

Ahmad Hudayanto, Jurnalis · Jum'at 08 Oktober 2021 06:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 278 2483038 wall-street-ditutup-menguat-didukung-kenaikan-saham-apple-dan-tesla-zgRYlDDKCD.jpg wall Street Menguat. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK- Bursa saham AS, Wall Street berakhir menguat pada perdagangan Kamis waktu setempat. Wall Street didorong saham Big Tech karena gencatan senjata di Kongres yang membahas batas utang meredakan kekhawatiran kemungkinan default utang pemerintah bulan ini.

Saham mega-cap melonjak seperti Apple Inc naik 0,9% dan Amazon Inc naik 1,2%. Kedua saham ini menjadi dorongan terbesar untuk indeks S&P 500 dan Nasdaq. Kemudian saham Tesla dan Google-parent Alphabet keduanya naik lebih dari 1%.

Baca Juga: Wall Street Meroket Didorong Kesepakatan Mencegah Gagal Bayar Utang AS

Adapun pergerakan tiga indeks utama Wall Street, Dow Jones Industrial Average naik 0,98% menjadi 34.754,94 poin, sedangkan S&P 500 naik 0,83% menjadi 4.399,76. Nasdaq Composite naik 1,05% menjadi 14.654,02.

Indeks material S&P 500 melonjak 1,35% dan indeks discretionary konsumen menguat 1,50%, keduanya memimpin di antara 11 sektor.

Baca Juga: Wall Street Rebound Usai Saham Facebook dan Microsoft Naik di Atas 1%

Sementara itu, Senat AS mengambil langkah untuk melewati peningkatan USD480 miliar dalam otoritas pinjaman, yang akan menunda pertarungan partisan lainnya hingga Desember.

Ketidakpastian atas negosiasi pagu utang menjadi salah satu kekhawatiran investor pada September karena S&P 500 mencatat penurunan persentase bulanan terbesar sejak awal pandemi virus corona pada Maret 2020.

"(Pasar) Hari ini didorong oleh sedikit pergerakan di Washington menuju rasionalitas tentang kemampuan membayar tagihan mereka, menulis beberapa cek," kata Kepala Investasi Bokeh Capital Partners, Kim Forrest, dilansir dari Reuters, Jumat (8/10/2021).

Selain itu, data jumlah pengangguran di Amerika menunjukan bahwa klaim baru tunjangan pengangguran turun minggu lalu paling banyak dalam tiga bulan. Hak ini menunjukkan pemulihan pasar tenaga kerja mendapatkan kembali momentum karena gelombang terbaru infeksi Covid-19 mulai mereda.

"Angka hari ini memperkuat ekspektasi bahwa lapangan kerja akan mengambil langkah signifikan dalam beberapa bulan mendatang, dan saya pikir itu positif bagi perekonomian," kata Direktur Strategi Pasar Alger, Brad Neuman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini