Share

IHSG Terus Menguat, Jeda Sesi I di Level 6.469

Aditya Pratama, iNews · Jum'at 08 Oktober 2021 11:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 278 2483195 ihsg-terus-menguat-jeda-sesi-i-di-level-6-469-fMb4J4FVut.jpg IHSG Menguat. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) betah di zona hijau hingga jeda sesi I perdagangan hari ini. IHSG naik 53,23 poin atau 0,83% ke 6.469.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (8/10/2021), terdapat 291 saham menguat, 201 saham melemah, dan 161 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp9,11 triliun dari 18,11 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

Baca Juga: Kian Kokoh, IHSG Pagi Ini Melesat ke 6.479

Indeks LQ45 naik 12,35 poin atau 1,34 persen ke 936,60, indeks JII naik 3,81 poin atau 0,67 persen ke 567,70, indeks IDX30 naik 6,50 poin atau 1,32 persen ke 498,44, dan indeks MNC36 naik 3,95 poin atau 1,26 persen ke 317,80.

Sementara itu, saham-saham yang masuk top gainers, yaitu PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) naik Rp26 atau 25,24 persen ke Rp129, saham PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) naik Rp430 atau 12,72 persen ke Rp3.810, dan saham PT Primarindo Asia Infrastruktur Tbk (BIMA) naik Rp22 atau 11,34 persen ke Rp216.

Baca Juga: Bansos dan UMKM Cegah Kemiskinan Ekstrem

Adapun saham-saham yang masuk top losers antara lain, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun Rp6 atau 6,98 persen ke Rp80, saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) turun Rp550 atau 6,67 persen ke Rp7.700, dan saham PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) turun Rp45 atau 5,56 persen ke Rp765.

Menurut Equity Analyst NH Korindo Sekuritas Putu Chantika, pergerakan IHSG hari ini diprediksi masih akan konsolidasi. Adapun IHSG akan berada di level 6.400 – 6.500.

“Kemarin sebenarnya IHSG cenderung cukup stagnan, karena memang ada aksi profit taking setelah IHSG sudah rally terus-terusan selama beberapa hari ini. Kemudian, untuk hari ini kita memprediksikan IHSG lebih masih akan konsolidasi,” katanya dalam Power Breakfast IDX Channel.

Kemudian, Putu menjelaskan, investor yang memiliki saham-saham berbasis batu bara untuk saat ini lebih baik melakukan profit taking. Pasalnya, belum terlihat adanya pola-pola reversal.

“Untuk saat ini menurut saya, kalau memang sudah punya posisi lebih baik untuk profit taking dulu ya, karena belum adanya pola-pola reversal dan kalau memungkinkan mungkin bisa melihat di komoditas yang lain,” jelas dia.

Sementara itu, Putu merekomendasikan beberapa pilihan komoditas lain yang bisa menjadi pertimbangan para investor. Komoditas tersebut yaitu, CPO dan nikel.

“Ini bisa dilihat juga seperti CPO dan nikel yang memang rallynya baru-baru aja. Kalau untuk batu bara kan memang sudah cukup lama,” tandasnya. Shelma Rachmahyanti

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini