Share

Harga Emas Melemah Usai Laporan Data Pengangguran AS

Antara, Jurnalis · Jum'at 08 Oktober 2021 08:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 320 2483035 harga-emas-melemah-usai-laporan-data-pengangguran-as-HvmQLPXCXD.jpg Harga Emas Turun. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Harga emas melemah pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga emas turun karena klaim awal pengangguran mingguan AS menjelang data pekerjaan bulanan akhir pekan ini mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi dan memicu spekulasi bahwa Federal Reserve (Fed) AS akan segera mulai mengurangi dukungan ekonominya.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, turun USD2,6 atau 0,15% menjadi USD1.759,20 per ounce. Sehari sebelumnya, Rabu (5/10/2021), emas berjangka juga naik USD0,9 atau 0,05% menjadi USD1.761,80 per ounce.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim pengangguran mingguan baru AS untuk pekan yang berakhir 2 Oktober turun 38.000 menjadi 326.000 atau lebih baik dari yang diperkirakan.

Baca Juga: Harga Emas Naik Tipis, Data Pekerja AS Masih Jadi Perhatian Investor

Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun paling banyak dalam tiga bulan pekan lalu, menunjukkan pemulihan pasar tenaga kerja mendapatkan kembali momentum setelah perlambatan baru-baru ini.

"Laporan itu membantu mendorong imbal hasil obligasi naik dan sedikit reli di pasar saham AS, menekan emas," ujar Analis Senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, dikutip dari Antara, Jumat (8/10/2021).

Pengurangan stimulus dan tingkat suku bunga yang lebih tinggi mengangkat imbal hasil obligasi, yang diterjemahkan ke dalam peningkatan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Seribu, Segram Dijual Rp918.000

"Juga, batas utang AS kemungkinan didorong hingga Desember. Jadi, itu adalah efek menenangkan di pasar, bullish untuk saham dan bearish untuk emas," Wyckoff menambahkan.

Dolar sedikit melemah dari mendekati level tertinggi satu tahun, didukung oleh kekhawatiran inflasi yang masih ada dan ekspektasi bahwa Fed harus bertindak lebih cepat untuk menormalkan kebijakan.

Sementara emas secara tradisional dianggap sebagai lindung nilai inflasi, dolar yang lebih kuat membuatnya lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Laporan kuat pekerjaan swasta pada September menjelang angka pekerjaan resmi pada Jumat waktu setempat juga mendorong spekulasi bahwa Fed dapat segera melakukan pengurangan pembelian obligasinya.

Tetapi mengingat "rekor tertinggi" jumlah posisi pekerjaan terbuka di Amerika Serikat, "kejutan positif pada data penggajian non-pertanian (NFP) harus disesuaikan untuk pasar emas tanpa menyebabkan aksi jual besar-besaran", kata Analis Julius Baer, ​​Carsten Menke.

Di sisi lain, harga logam mulia seperti perak untuk pengiriman Desember naik 12,6 sen atau 0,56% menjadi USD22,658 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik USD8,1 atau 0,83% menjadi USD985,3 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini