4 Fakta Realisasi KUR, Ingat Bunganya 3% Bukan 6%

Erlinda Septiawati, Jurnalis · Senin 11 Oktober 2021 05:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 320 2483267 4-fakta-realisasi-kur-ingat-bunganya-3-bukan-6-55puysHDuY.jpg Realisasi Penyaluran KUR. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Pemerintah terus berupaya untuk pencapaian realisasi KUR yang semakin baik ke depannya, terutama pada masa pandemi Covid-19 ini.

Demikian seperti yang dipaparkan, Menteri Koordinator Bidang perekonomian Airlangga Hartarto agar pengusaha kecil dapat melakukan pinjaman modal dari bank dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga yang dibayar sebesar 3%, karena sebanyak 3% lagi sudah disubsidi oleh pihak pemerintah.

Berikut terdapat empat fakta terkait realisasi KUR, yang telah dirangkum Okezone, di Jakarta, Senin (11/10/2021).

1. Bunga KUR 3%

Menteri Koordinator Bidang perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan para pengusaha kecil yang mendapatkan pinjaman modal dari perbankan dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) hanya membayar bunga sebesar 3%.

Baca Juga: Bukan 6%! Bunga Pinjaman KUR Hanya 3%

"3% sisanya merupakan subsidi dari pemerintah jadi para nasabah tidak wajib melakukan pembayaran bunga hingga 6%," kata Airlangga, dikutip dari Antara, di Ambon.

2. Debitur Pinjaman KUR

Selain itu, Menko Perekonomian menyatakan saat melakukan dialog dengan sejumlah debitur pinjaman KUR dari BNI 46, BRI, serta Bank Mandiri. Lantas, memberikan tantangan kepada pihak BNI 46 Cabang Ambon untuk menambah jumlah KUR kepada debitur yang sudah lama membuka usaha dan melunasi kredit mereka kemudian mengambil pinjaman baru sebesar Rp200 juta.

Baca Juga: Menko Airlangga: KUR Membantu UMKM dan Mempercepat Pemulihan Ekonomi

"Apalagi kredit usaha rakyat yang diajukan debitur saat itu Rp200 juta dalam masa pandemi dan sudah terlunaskan," kata Menko Airlangga Hartarto.

3. Limit KUR 500 Juta

Namun, Bambang dari BNI 46 Cabang Ambon mengatakan bahwa ambang batas pinjaman KUR hanya Rp500 juta. Di mana permintaan kreditnya tidak bisa mencapai Rp1 miliar.

4. Digunakan untuk Modal Usaha

Dalam pertemuan tersebut, Menko Perekonomian pun mendengarkan penjelasan debitur seperti Rasyd yang membuka usaha pertanian khususnya jenis sayuran lewat tanaman hidroponik dan awalnya mendapatkan KUR dari BRI sebesar Rp50 juta.

Menko Perekonomian juga secara simbolis menyerahkan pinjaman kepada debitur KUR atas nama Nadila Faradila sebesar Rp50 juta dari BRI untuk bidang usaha konveksi dan Rasyd selaku debitur KUR BRI Rp50 juta dalam bidang usaha pertanian hidroponik.

Selanjutnya, Sandy Hukunala yang merupakan debitur KUR dengan bantuan Rp300 juta dari BNI untuk usaha produksi minyak atziri jenis minyak kayu putih dan Gerald Halauw Rp50 juta dari BNI untuk usaha jasa pemasangan kanopi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini