Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ajang MotoGP di Mandalika Bikin Ekonomi RI Ngegas?

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Jum'at, 08 Oktober 2021 |14:44 WIB
Ajang MotoGP di Mandalika Bikin Ekonomi RI <i>Ngegas</i>?
Sirkuit Mandalika (Foto: Okezone/WorldSBK.com)
A
A
A

JAKARTA - Ajang MotoGP resmi akan digelar di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 11-13 Februari 2022.

Menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda, ajang bertaraf internasional yang digelar di kawasan Pertamina Mandalika International Street Circuit, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak signifikan mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Meski begitu, kegiatan olahraga dunia itu justru berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan tersebut. Tercatat, sejak November 2021 pemerintah akan menggelar Idemitsu Asian Talent Cup.

Kegiatan lainnya adalah FIM MiniGP atau World SuperBike yang digelar pada 19 November. Selanjutnya ada MotoGP yang dijadwalkan dilaksanakan pada 11-13 Februari 2022, serta IndonesianGP pada Maret 2022.

Baca Juga: Resmi! Ini Nama Baru Sirkuit Mandalika

"Tidak signifikan untuk ekonomi nasional karena ekonomi NTB kan relatif kecil ya. Kalo bagi ekonomi NTB tentu besar," ujar Huda saat dimintai pendapatnya, Jumat (8/10/2021).

Pertumbuhan ekonomi NTB, lanjut Huda disebabkan terjadinya peningkatan konsumsi masyarakat, sektor penerbangan, hotel, dan sektor lain mendorong pertumbuhan bisnis pariwisata selama gelaran berlangsung.

Namun, dia memandang cukup berisiko di bidang kesehatan. Dimana, selama ajang berlangsung sangat tinggi laju penularan dan penciptaan klaster-klaster baru Covid-19.

Baca Juga: MotoGP di Mandalika Bakal Dimulai Februari 2022, Wamen BUMN: Ditonton 5 Miliar Orang

"Contohnya saja klaster olimpiade di Jepang yang muncul, kemudian coba cek saja pasti tinggi pula klaster virus di PON Papua. Jadi sangat beresiko," ungkapnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement